TribunGayo.com, TAKENGON - SAGI IMAJI hadir sebagai rumah produksi kreatif yang memadukan kekuatan visual dan literasi dalam satu napas karya.
Berangkat dari semangat kolektif para kreator lintas disiplin film, media, dan kepenulisan SAGI IMAJI tumbuh menjadi ruang kolaboratif yang tidak hanya memproduksi karya, tetapi juga merawat gagasan.
Dalam pengerjaan film dokumenter “Bik Uni Inen Iko: Perempuan, Kopi, dan Keteguhan”, yang ditayangkan dalam acara "Sengkewe Sepanjang Musim" diselenggarakan Komunitas Desember Kopi Gayo atas dukungan Dana Indonesia, LPDP dan Kementerian Kebudayaan.
SAGI IMAJI menunjukkan karakter kuatnya sebagai pencerita visual yang peka terhadap realitas sosial.
Film ini tidak sekadar merekam sosok perempuan dalam lanskap kopi Gayo, tetapi juga menggali lapisan keteguhan, identitas, dan relasi manusia dengan alam serta tradisi.
SAGI IMAJI diperkuat oleh satu tim kerja Win Gemade, Asmira Dieni, Nurul Hafiza, Noval Halis, dan Jefri Syahru, telah memperlihatkan potensi mereka di bidang sinematografi.
Saat menggarap film dokumenter "Bik Uni Inen Iko Perempuan Gayo, Kopi dan Keteguhan" tim dibawah koordinasi Win Gemade dan Asmira Dieni bekerja sangat cepat dan cermat.
Meski waktu persiapan relatif singkat, namun berhasil memberi capaian maksimal.
Bagi SAGI IMAJI, setiap medium adalah cara untuk menyampaikan makna.
Pendekatan ini menjadikan setiap karya mereka tidak berhenti pada estetika visual, tetapi juga menyentuh kedalaman refleksi.
Didukung oleh tim yang memiliki kompetensi dalam penyutradaraan, penulisan naskah, sinematografi, editing, hingga jurnalistik dan penulisan kreatif, SAGI IMAJI menempatkan storytelling sebagai inti dari setiap proses produksi.
Dalam setiap langkahnya, mereka berupaya menghadirkan karya yang tidak hanya kuat secara visual.
Tetapi juga relevan secara sosial dan berdampak bagi masyarakat sejalan dengan visi mereka untuk menjadi rumah produksi yang inovatif dan adaptif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai misi yang terintegrasi dalam praktik kerja sehari-hari menghasilkan karya yang mengedepankan kualitas, estetika, dan kekuatan cerita.
Kemudian membuka ruang kolaborasi bagi kreator lintas disiplin; serta mengangkat isu-isu sosial, budaya, dan kemanusiaan dengan pendekatan yang reflektif.
SAGI IMAJI juga terus mengembangkan berbagai bentuk ekspresi dari film dokumenter hingga tulisan sekaligus mendorong eksplorasi ide dan keberanian bereksperimen dalam setiap proses produksi.
Dari sana, lahir karya-karya yang autentik, jujur, dan memiliki nilai artistik sekaligus intelektual.
Dalam proses kreatifnya, SAGI IMAJI menjunjung tinggi nilai kolaborasi dan eksplorasi.
Mereka percaya bahwa keberanian untuk bereksperimen adalah kunci dalam melahirkan karya yang hidup.
Hal ini tercermin dalam perjalanan produksi dokumenter yang turut terdokumentasi dalam berbagai ruang apresiasi, seperti Festival Desember Kopi Gayo dan pemutaran dalam Aceh Film Festival.
Ke depan, SAGI IMAJI berkomitmen terus menjadi ruang tumbuh bagi ide-ide kreatif lintas medium menghubungkan imaji, realitas, dan makna dalam satu kesatuan karya yang tidak hanya ditonton, tetapi juga dirasakan. (***Fikar W Eda***)
Baca juga: Komunitas Desember Kopi Gayo Pentaskan “Sengkewe Sepanjang Musim” di Taman Inen Mayak Teri Takengon
Baca juga: Desember Kopi Gayo Gelar Art Healing untuk 600 Seniman Terdampak Bencana
Baca juga: Tim Desember Kopi Gayo Kembali ke Kampung Tebuk Aceh Tengah untuk Kedua Kalinya