TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kegiatan Education Fair 2026 Bali Nusra resmi digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat Kamis (9/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Gramedia, Kota Mataram, menjadi penutup dari rangkaian panjang yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kupang, Flores, hingga Bali sejak Maret lalu.
Mengusung semangat memperluas akses informasi pendidikan, kegiatan ini merupakan inisiasi dari Tribun Network yang bertujuan membantu para siswa mengenal peluang pendidikan lanjutan, khususnya di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB periode 2025–2030 Hj. Sinta Agathia Iqbal, Plt Kepala Dinas Dikpora NTB Bowo Susatyo, perwakilan kampus di NTB serta perwakilan Tribun Lombok.
Manager Bisnis Tribun Lombok, Meiwanda menegaskan bahwa kegiatan di Mataram memiliki makna khusus sebagai penutup rangkaian besar Edufair di kawasan Bali Nusra.
“Edufair ini yang di Lombok ini sebagai penutup rangkaian Edufair di Bali Nusra. Jadi ini adalah sebuah rangkaian menghubungkan adik-adik untuk bisa mengenal kampus-kampus yang ada di Bali Nusra ini,” unkap Mei sapaan karibnya di hadapan puluhan pelajar yang menajdi peserta dalam kegiatan tersebut.
Selain menghadirkan informasi kampus, kegiatan ini juga dirancang interaktif melalui berbagai lomba, seperti pidato bahasa Inggris dan video pendek.
Ia menegaskan, kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap visi daerah untuk mendorong generasi muda agar siap bersaing di era global.
“Jadi Tribun Lombok yang merupakan grupnya Tribun Network dan Kompas Gramedia sangat konsen dengan dunia literasi apalagi gubernur kita di NTB dengan semangat NTB Makmur Mendunia,” ungkap Meiwanda.
Baca juga: Tak Sekadar Pameran, Edufair 2026 Tribun Lombok Bekali Siswa Literasi Digital dan Keuangan
Ia berharap agar kegiatan ini mampu memotivasi pelajar untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jadi, terima kasih bagi para peserta yang hadir dan kami harap ini bisa membuat adik-adik semangat untuk bisa melanjutkan pendidikan lagi apalagi kalau kita dengar semangat di NTB bahwa kita harus mendunia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal, dalam sambutannya menyoroti pentingnya literasi sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman.
Ia menekankan bahwa literasi tidak sekadar kemampuan membaca, melainkan bagaimana memahami dan memaknai informasi.
Ia juga mengapresiasi peran komunitas literasi yang selama ini bergerak secara mandiri di tengah keterbatasan dukungan.
“Banyak yang sudah bergerak di bawah di teman-teman, adik-adik komunitas kita di komunitas literasi, mereka bergerak sangat organik karena mereka punya kecintaan yang luar biasa ingin memajukan literasi-literasi yang ada se-provinsi NTB,” katanya.
Lebih lanjut, ia membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Tribun Lombok dan Gramedia Group, untuk memperkuat gerakan literasi di daerah.
“Karena literasi itu tidak sekedar membaca, tapi yang poin utamanya adalah bagaimana kita memaknai apa yang sedang kita baca,” jelasnya.
(*)