Belasan Ibu-ibu di Surabaya Ditipu Agen Sembako Abal-abal, Uang Ludes untuk Judi Online
Titis Jati Permata April 09, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Belasan ibu rumah tangga di Kota Surabaya menjadi korban penipuan agen sembako murah dengan total kerugian mencapai Rp 1,5 miliar. 

Kasus tersebut diselidiki Anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sejak korban melapor beberapa waktu lalu. 

Bahkan, pihak terlapor berinisial EA, agen atau distributor sembako murah tersebut, sudah menjalani pemeriksaan hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. 

Ditahan di Rutan Polda Jatim

Selain berstatus tersangka, EA juga sedang menjalani penahanan dengan dititipkan di Rutan Gedung Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Jatim. 

Menurut Kasi Humas Polres Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Iptu Suroto, kasus sudah ditangani oleh penyidik satreskrim, bahkan pihak terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini sedang menjalani penahanan. 

"Kasus kami selidiki dan terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan," ujarnya saat dihubungi SURYA.co.id, pada Kamis (9/4/2026).

Modus Tawarkan Kemitraan Bisnis Sembako

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP M Prasetyo, tersangka EA diketahui menggelapkan uang milik pelapor dan empat korban lainnya dengan kerugian mencapai Rp 400 juta.

Tersangka menggunakan modus menawarkan kemitraan bisnis sembako dengan harga di bawah pasaran. 

Sehingga korban berinisial TD merasa tertarik dengan kemitraan bisnis tersebu dan mentransfer Rp 146 juta untuk memesan sembako tersebut.

Tak Kunjung Kirimkan Barang

Anehnya, setelah korban mentransfer uang tersebut ke tersangka, ternyata sembako murah yang dijanjikan tak kunjung dikirim. 

Lantaran tak terima uangnya tak kunjung dikembalikan, terpaksa korban melaporkan ke SPKT Mapolres Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Uang Ludes untuk Lunasi Hutang

Ternyata, berdasarkan pengakuan tersangka, Prasetyo mengungkapkan, uang milik para korban yang sudah dibayarkan itu, sudah ludes untuk kebutuhan pribadi dan melunasi hutang. 

"Tersangka akhirnya kami amankan. Pengakuannya, uang itu untuk menutup pembelian sembako pembeli yang lain sisanya digunakan untuk keperluan pribadi. Uangnya sudah habis untuk gali lubang tutup lubang," ujar Prasetyo. 

Di lain sisi, salah satu korban penipuan berinisial MA mengaku kepincut akal-akalan pelaku lantaran tergiur harga murah sembako yang ditawarkan. 

Bahkan, ia merasa semakin diyakinkan, pelaku tidak bakal menipu karena sosok pelaku teman kerja adik kandungnya. 

Awali Pemesanan Februari 2026

MA mengaku sempat memulai pemesanan pertama pada Februari 2026. Lalu berlanjut pada pemesanan kedua. 

Dan barang sesuai permintaan dan uang yang telah ditransfer, benar-benar dikirim, sesuai perjanjian. 

Namun, pada proses pemesanan ketiga kali, barang yang diinginkannya tak kunjung dikirim oleh si pelaku. 

"Saya dikasih info adik saya dan tetangga, kalau E ini jual sembako lebih murah dari agen. Dia jual beras, minyak, gula, memang harganya miring dari agen," ujar MA. 

Berdalih Banyak Orderan Jelang Lebaran

Si pelaku sempat berdalih bahwa proses pengiriman mengalami kemacetan karena dirinya kewalahan meladeni banyaknya pemesan menjelang momen lebaran. 

Ternyata, itu cuma isapan jempol belaka, setelah nomor kontak milik MA mendadak dikumpulkan ke dalam sebuah kanal grup WhatsApp yang di dalamnya terdapat sekitar 15 orang korban. 

"Kami semua korban langsung ke tempat tinggal EA yang dikontrak selama dua bulan di daerah Tambak Wedi. Ternyata EA menipu semua korban. Uang orderan semua korban dibuat gaya hidup dia dan suami yang suka main judol," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.