Penumpang KA Pangrango Tembus 1,1 Juta, Tren Terus Meningkat
Dwi Rizki April 09, 2026 04:32 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat kinerja yang sangat baik pada layanan KA Pangrango sebagai moda transportasi unggulan di lintas Bogor–Sukabumi.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, KA Pangrango menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan, mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat sekaligus menguatnya peran kereta api dalam mendukung mobilitas dan ekonomi kerakyatan.

Volume pelanggan KA Pangrango menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dan akseleratif, dengan rincian sebagai berikut:

• Tahun 2022: 523.265 pelanggan

• Tahun 2023: 786.001 pelanggan

• Tahun 2024: 874.789 pelanggan

• Tahun 2025: 1.109.398 pelanggan

• Triwulan I 2026: 281.659 pelanggan

Dalam perspektif lima tahun, KA Pangrango telah mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat hingga lebih dari dua kali lipat, sebuah pertumbuhan yang tidak hanya tinggi, tetapi juga berkelanjutan.

Bahkan, apabila tren Triwulan I 2026 berlanjut, jumlah pelanggan tahun ini berpotensi kembali mencetak rekor baru.

Jika dilihat lebih rinci pada periode Triwulan I, tren pertumbuhan juga menunjukkan akselerasi yang sangat kuat dari tahun ke tahun:

• Triwulan I 2023: 174.941 pelanggan

• Triwulan I 2024: 187.534 pelanggan

• Triwulan I 2025: 245.740 pelanggan

• Triwulan I 2026: 281.659 pelanggan

Secara pertriwulan terjadi pertumbuhan sekitar 7 persen pada 2024 dibandingkan 2023, kemudian melonjak signifikan sebesar 31 % pada 2025, dan kembali tumbuh sekitar 15 % pada 2026.

Pola ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan KA Pangrango terus meningkat secara progresif.

Secara tahunan, akselerasi pertumbuhan juga terlihat sangat tinggi.

Tahun 2023 melonjak sekitar 50 % dibandingkan 2022, kemudian tetap tumbuh pada 2024 sebesar 11 % , dan kembali melesat pada 2025 sebesar 27 % hingga menembus lebih dari 1,1 juta pelanggan.

Hal ini menegaskan bahwa KA Pangrango mengalami fase ekspansi yang stabil sekaligus progresif.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari peningkatan kualitas layanan serta semakin terintegrasinya sistem transportasi kereta api dengan moda lainnya.

“KA Pangrango kini tidak hanya menjadi pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam mobilitas harian maupun perjalanan antarkota di wilayah Bogor dan Sukabumi,” ujarnya.

KA Pangrango melayani lintas strategis Bogor Paledang – Sukabumi dengan pemberhentian di sejumlah stasiun penting seperti Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Karangtengah, Cisaat, hingga Sukabumi.

Kehadiran kereta ini telah menghidupkan berbagai kawasan di sepanjang lintasan menjadi simpul ekonomi baru yang dinamis.

Keunggulan KA Pangrango dibandingkan moda transportasi lainnya terletak pada ketepatan waktu karena bebas dari kemacetan, tingkat keselamatan yang tinggi, serta kenyamanan perjalanan. Dengan tarif yang terjangkau, berkisar antara Rp45.000 hingga Rp80.000, KA Pangrango menjadi solusi mobilitas yang efisien dan inklusif bagi masyarakat.

Kemudahan akses juga didukung oleh sistem pemesanan tiket yang praktis melalui aplikasi Access by KAI, website resmi KAI, serta mitra penjualan lainnya.

Baca juga: Delegasi Iran ke Islamabad: Negosiasi 10 Poin dengan AS, Dibayangi Ketegangan dan Ketidakpercayaan

Salah satu faktor kunci yang semakin memperkuat daya tarik KA Pangrango adalah integrasi antarmoda di Stasiun Bogor.

Pelanggan dari Sukabumi yang tiba di Stasiun Bogor Paledang dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line melalui Stasiun Bogor yang terhubung. Hal ini memberikan kemudahan akses menuju wilayah Jabodetabek dengan biaya yang tetap terjangkau.

Integrasi tersebut membuka peluang mobilitas yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pekerja, pelajar, dan pelaku usaha dari Sukabumi dan sekitarnya untuk menjangkau pusat-pusat ekonomi di Bogor, Depok, hingga Jakarta. Dampaknya, terjadi peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan, baik di sekitar stasiun maupun di wilayah yang terhubung oleh jaringan kereta api.

KA Pangrango tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan. Aktivitas UMKM, perdagangan, serta sektor jasa tumbuh seiring meningkatnya arus mobilitas masyarakat.

Kawasan di sekitar stasiun berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Peran strategis ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto dalam memperkuat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Ke depan, KAI Daop 1 Jakarta akan terus memperkuat layanan, meningkatkan kapasitas, serta memperluas integrasi antarmoda guna memastikan KA Pangrango tetap menjadi andalan konektivitas. 

Dengan tren pertumbuhan yang sangat kuat dalam lima tahun terakhir, KAI optimistis KA Pangrango akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.