Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 58 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri maupun swasta di bawah Kankemenag Bireuen mengikuti pelatihan strategis bertajuk Integrasi Coding dalam implementasi KMA 1503 Tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis (8-9 April 2026), di aula Oproom Kantor Bupati Bireuen.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Bireuen, Dr H Zulkifli, SAg, MPd.
Pelatihan yang digagas oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K2M MI) Bireuen ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan literasi digital dan pemrograman ke dalam pembelajaran.
Ketua K2M MI Bireuen, Mudassir menjelaskan, bahwa kegiatan diikuti oleh 58 guru dari 58 madrasah.
Hari pertama difokuskan pada pendalaman regulasi KMA 1503 Tahun 2025.
Sementara hari kedua lebih menekankan pada praktik integrasi coding dalam pembelajaran sehari-hari.
Baca juga: Buka Pelatihan Guru Dayah, Wabup Ajak Wujudkan Generasi Nagan Raya yang Islami dan Berkarakter
Materi kebijakan KMA 1503 disampaikan oleh tim Balai Diklat Keagamaan Aceh, yang memaparkan peta jalan implementasi regulasi tersebut.
Mereka menekankan pentingnya integrasi coding dalam berbagai mata pelajaran, mulai dari matematika, IPA, hingga bahasa Arab, dengan pendekatan computational thinking.
Dari sisi teknis, Ridwan, SST, MT, dosen teknologi informasi dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, memperkenalkan platform block-based coding yang ramah anak.
Ia juga membagikan strategi pembelajaran menyenangkan untuk mengenalkan algoritma dan logika pemrograman.
Bahkan tanpa ketergantungan penuh pada komputer, sehingga tetap relevan bagi madrasah dengan keterbatasan perangkat.
Kepala Kankemenag Bireuen, Dr Zulkifli menegaskan, bahwa pelatihan ini bukan sekadar tambahan teknis.
Melainkan langkah strategis dalam menyelaraskan kurikulum madrasah dengan kebutuhan abad ke-21.
Menurutnya, KMA 1503 tidak hanya mengatur aspek administrasi dan akademik.
Tetapi juga mendorong madrasah untuk mengintegrasikan literasi digital dan pemrograman komputer.
“Coding bukan lagi mata pelajaran tersendiri, tetapi menjadi roh pembelajaran berbasis logika dan problem solving di semua mata pelajaran,” ujarnya.
Baca juga: Cetak Imam Hafiz, Dinas Syariat Islam Gelar Pelatihan Guru Tahfizhul Quran di Dayah Darul Fikri Aceh
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan guru MI di Kabupaten Bireuen mampu mengimplementasikan kurikulum secara adaptif dan inovatif.
Lebih jauh, para peserta didik di madrasah diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan digital yang mumpuni untuk menghadapi tantangan era modern.(*)