Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - EIGER Adventure Land melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Aksi bersih-bersih di kawasan Puncak Bogor tersebut dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Balai TNGGP yang melibatkan sebanyak 70 relawan.
Pada tahap awal, tim berhasil mengangkat sekitar 6 ton sampah atau setara dengan empat
Truk di wilayah Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan estimasi di lapangan, total timbulan sampah di titik tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 ton atau setara dengan 20 truk, sehingga proses pembersihan akan dilakukan secara bertahap.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen EIGER Adventure Land sebagai destinasi ekowisata
yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kawasan, tetapi juga pada upaya menjaga
kualitas lingkungan di area sekitarnya, termasuk desa penyangga dan kawasan konservasi.
Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menekankan bahwa permasalahan
Sampah di kawasan hulu tidak dapat dilepaskan dari faktor perilaku.
Menurutnya, pembuangan sampah sembarangan dapat berdampak langsung terhadap lingkungan
Sekitar, mulai dari pencemaran hingga potensi bencana.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan bersama-sama menjaga kawasan ini tetap bersih. Perubahan perilaku dan wajib pilah sampah dari sumber sangat penting diwujudkan," ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Sementara itu, Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University, Arief Sabdo Yuwono
yang juga merupakan tim pakar untuk EIGER Adventure Land, menekankan pentingnya
Pendekatan yang lebih sistemik dalam pengelolaan sampah.
Melihat kompleksitas permasalahan tersebut, EIGER Adventure Land berkomitmen untuk terus
mendorong inisiatif pengelolaan sampah di kawasan Megamendung secara bertahap dan berkelanjutan.
"Permasalahan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional seperti
open dumping. Diperlukan perubahan sistem pengelolaan sampah mulai dari sumbernya,
termasuk kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta
penguatan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan," katanya.