BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pihak kepolisian terus mengintensifkan pencarian terhadap tahanan yang kabur dari sel Polres Bangka pada Rabu (8/4/2026), Subuh. Hingga Kamis (9/4/2026), sebanyak enam dari total delapan tahanan telah berhasil ditangkap kembali.
Upaya pengejaran dilakukan secara masif oleh tim gabungan dari Polres Bangka, Polda Kepulauan Bangka Belitung, serta jajaran kepolisian lainnya. Pencarian dilakukan siang dan malam di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para tahanan.
Dari delapan tahanan yang melarikan diri, satu orang lebih dulu menyerahkan diri beberapa jam setelah kejadian. Kemudian, satu tahanan lainnya, Hari Darma, ditangkap saat hendak menyeberang melalui Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, pada Rabu (8/4/2026) sore.
Selanjutnya, tiga tahanan lainnya berhasil diamankan dalam rentang Rabu (8/4/2026) tadi malam hingga pagi hari ini, Kamis (9/4/2026) pagi. Andi Darmawan ditangkap di wilayah Desa Air Ruay–Desa Karya Makmur, Kecamatan Pemali. Yogi Triliando diamankan di kawasan hutan Jalan Imam Bonjol, Sungailiat, sementara Supriyadi ditangkap di wilayah Belinyu.
Lalu, siang hari tadi, kembali ditangkap tahanan atas nama Weli di wilayah Kabupaten Bangka Tengah setelah sebelumnya ada laporan warga yang kehilangan motor dan pakaian.
Dengan demikian, hingga saat ini masih ada dua tahanan yang berkeliaran dan masih buron. Dua tahanan tersebut adalah Rosi Aprianto, tahanan kasus narkoba dan Anugrah, tahanan kasus PPA.
Kasi Humas Polres Bangka, AKP Era Anggraini mengatakan bahwa upaya pencarian terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan Polres Bangka bersama Polda Kepulauan Bangka Belitung dan jajaran.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses pencarian terhadap tahanan yang masih buron terus dilakukan dengan mengerahkan personel di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada keluarga tahanan maupun masyarakat agar dapat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para tersangka yang masih kabur.
“Kami mengharapkan kerja sama dari masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui keberadaan tahanan yang masih dalam pelarian, guna mempercepat proses penangkapan,” harapnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)