Arus Mudik dan Balik Lebaran Idul Fitri 2026 di Malinau Lesu, Penumpang Speedboat Hanya 10,4 Persen
Junisah April 09, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU-Rekapitulasi data arus mudik dan aru balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara menunjukkan tren penurunan pada sektor transportasi umum. Terjadi penurunan signifikan pada moda transportasi udara dan perairan dibandingkan tahun sebelumnya (9/4/2026).

Berdasarkan data hasil evaluasi Operasi Ketupat Kayan 2026 Polres Malinau, jumlah penumpang di Bandara Malinau tercatat sebanyak 1.899 orang. Angka ini merosot tajam sebesar 39,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3.125 orang.

Kondisi serupa terjadi pada jalur perairan di Pelabuhan Malinau. Volume penumpang speedboat mengalami penyusutan sebesar 10,4 persen, dari 11.458 orang pada tahun lalu menjadi 10.264 orang pada musim mudik tahun ini.

Kabag Ops Polres Malinau Iptu Mardiman menjelaskan bahwa penurunan penggunaan jasa transportasi umum terjadi secara kumulatif pada dua moda utama tersebut.

Baca juga: Personel Polres Malinau Lakukan Pengamanan di 3 Pos Arus Mudik dan Balik Lebaran, Berikut Lokasinya

"Data hasil operasi ketupat 2026 dimana ada perbandingan ada trend kenaikan dan ada trend penurunan antara sincronisasi data 2025 dan data 2026," ujar Mardiman.

Berbeda dengan tren jalur udara dan laut, transportasi darat melalui bus Damri justru mencatatkan pertumbuhan meski tipis. 

Jumlah penumpang bus tercatat naik 0,8 persen atau sebanyak 1.564 orang dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 1.551 orang.

Kenaikan pada sektor transportasi darat ini dipicu oleh adanya stimulus dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. 

"Karena adanya program dari kaltara sama Kabupaten malinau ada program mudik gratis sehingga masyarakat antusias. banyak yang mudik menggunakan bis dan ada kenaikan sebesar 2 persen" ucapnya.

Baca juga: Arus Mudik dan Balik Idul Fitri 2024 Naik 24 Persen, Bandara Juwata Tarakan Klaim Tak Ada Kendala

Mardiman menyebutkan program mudik gratis menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas angka penumpang di Terminal Malinau. 

Masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk bepergian antarwilayah di Kalimantan Utara.

"Satu-satunya moda yang mencatatkan kenaikan hanya transportasi darat melalui bus Damri. Hal ini didorong oleh adanya program mudik gratis yang dimanfaatkan masyarakat selama masa lebaran," katanya.

Secara keseluruhan, evaluasi Operasi Ketupat Kayan 2026 di Malinau mencatatkan situasi yang kondusif meski terjadi pergeseran minat masyarakat dalam memilih moda transportasi umum untuk pulang kampung.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.