SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berbicara tentang Jawa Timur adalah berbicara tentang perpaduan dinamis antara kawasan industri yang masif dengan kearifan lokal yang tetap terjaga.
Namun, di tahun 2025 ini, peta kemajuan daerah di provinsi ujung timur Pulau Jawa ini semakin menarik untuk disimak melalui kacamata inovasi dan kemandirian.
Berdasarkan laporan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dominasi kota-kota besar masih terasa kuat.
Namun, ada dimensi baru yang muncul, kemajuan kini tak lagi hanya milik mereka yang memiliki gedung pencakar langit, melainkan mereka yang mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang kompetitif.
Baca juga: Bukan Semarang, Ini 5 Kabuten Kota Termaju di Jawa Tengah, Solo Puncaki Daftar
IDSD sendiri merupakan instrumen "rapor" bagi daerah untuk mengukur sejauh mana produktivitas, kemandirian, dan daya tarik investasi mereka bekerja untuk kesejahteraan warga.
IDSD merupakan salah satu instrumen yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menilai tingkat produktivitas kemandiran, dan daya tarik investasi di provinsi maupun kabupaten kota.
IDSD ini untuk mendorong pembangunan daerah yang lebih inovatif dan kompetitif.
Semakin tinggi skor IDSD, semakin menunjukan bahwa suatu daerah memiliki daya saing dan kualitas pembangunan yang lebih baik.
Berikut 5 kabupaten kota termaju di Jawa Timur.
Surabaya dinobatkan sebagai kota termaju berdasarkan IDSD 2025.
Kota Surabaya mendapatkan skor tertinggi yakni 4,24.
Bahkan Surabaya setara dengan Kota Palembang dengan skor 4,23.
Kota Malang kota termaju kedua di Jawa Timur.
Skor IDSD Kota Malang pada 2025 mencapai 4,19.
Kota Madiun dinobatkan kota ketiga termaju di Jawa Timur.
Kota Madiun mendapatkan skor IDSD 4,17.
Kota Blitar dinobatkan menjadi kota termaju keempat di Jawa Timur.
Skor IDSD Kota Blitar pada 2025 mencapai 4,12.
Kota Ponorogo dinobatkan sebagai kota termaju kelima di Jawa Timur.
Kota Ponorogo mendapatkan skor IDSD 2025 mencapai 3,95.