Pemerintah Lebanon menetapkan hari berkabung nasional setelah serangan Israel mengguncang negaranya.
Pengumuman ini disampaikan setelah serangan Israel di Lebanon menewaskan sekitar 182 orang.
Penetapan ini dilakukan di tengah rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang baru berjalan kurang dari 48 jam.
Dilansir dari Times of Israel, Perdana Menteri (PM) Nawaf Salam menetapkan hari berkabung nasional Kamis (9/4/2026).
Kantor PM menyatakan hari tersebut ditetapkan untuk para korban tewas dan luka akibat serangan Israel.
Pemerintah juga memerintahkan penutupan administrasi publik serta penurunan bendera.
Data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat korban tanpa membedakan warga sipil dan kombatan.
PM Salam juga menyatakan pihaknya tengah melakukan upaya diplomasi untuk menghentikan serangan Israel.
Diketahui, serangan udara kembali menghantam ibu kota dan memicu kepanikan sekitar pukul 14.00 waktu setempat.
Sementara itu, Israel mengklaim serangan menargetkan ratusan anggota Hizbullah, termasuk pusat komando dan infrastruktur militer.
Sebelumnya, militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi di beberapa wilayah, meski sejumlah serangan terjadi tanpa peringatan.
Di sisi lain, AS dan Iran saling mengklaim kemenangan setelah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu.
Mereka juga mengklaim saling membuka negosiasi untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.