KLARIFIKASI Lengkap Rey Alias Yupi Rere Soal Nikah Siri Sesama Jenis di Malang, Bantah Tuduhan Istri
faridmukarrom April 09, 2026 06:47 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM | MALANG - Kasus pernikahan sesama jenis yang sempat viral di Kota Malang kini memasuki babak baru.

Rey, sosok yang disebut sebagai suami siri Intan Anggraeni, akhirnya memberikan klarifikasi atas tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Rey yang dikenal dengan panggilan Yupi Rere mengaku kecewa setelah dilaporkan ke polisi. Ia menilai informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta.

Klaim Hubungan Tanpa Kebohongan
Menurut Rey, hubungan dengan Intan yang juga dikenal dengan nama Vela tidak diawali dengan kebohongan. Ia menyebut korban telah mengetahui identitasnya sejak awal perkenalan, termasuk saat bertemu di sebuah kafe di Kota Batu.

Rey mengklaim, Intan bahkan kerap berkunjung ke rumahnya dan dikenal oleh lingkungan pertemanannya.

“Jadi kalau dibilang baru tahu setelah menikah, itu tidak benar,” tegasnya.

Ia juga mengungkap bahwa hubungan keduanya berkembang setelah Intan menceritakan trauma dari hubungan sebelumnya. Rey mengaku hanya berusaha memperlakukan Intan dengan baik tanpa mengharapkan imbalan.

Terkait pernikahan siri yang terjadi, Rey menyebut hal itu bukan sepenuhnya keinginannya.

Ia mengaku sempat mengajak mengakhiri hubungan, namun situasi menjadi rumit.

“Saya sudah pernah ngajak udahan. Tapi ada ancaman bunuh diri, bahkan ibunya sampai pingsan,” ungkapnya.
Klaim Bantuan Finansial hingga Rp200 Juta

Rey juga menyinggung dugaan motif ekonomi dalam hubungan tersebut. Ia mengaku telah memberikan bantuan finansial cukup besar kepada Intan, termasuk melunasi sejumlah utang.

“Bukti transfer ada banyak. Kalau ditaksir sekitar Rp200 juta yang saya berikan,” jelasnya.

Ia bahkan sempat menghentikan pemberian uang selama empat hari untuk melihat reaksi, yang menurutnya menjadi awal munculnya konflik hingga berujung laporan polisi.

Menanggapi tudingan pemalsuan dokumen, Rey membantah keras.

Ia menegaskan identitas yang digunakan adalah asli dan tidak pernah melakukan ancaman.

“Saya tidak pernah memalsukan dokumen. Saya juga tidak pernah mengancam atau mengintimidasi,” tegasnya.
Pasca laporan ke polisi, komunikasi antara Rey dan Intan disebut terputus. Rey mengaku sempat mencoba meminta penjelasan, namun tidak mendapat respons.

“Saya sempat tanya dasar pelaporannya, tapi pesan ditarik dan tidak ada balasan,” tandasnya.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian dan menjadi perhatian publik setelah sebelumnya viral di media sosial 

(tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.