TRIBUNNEWSSULTRA.COM, WAKATOBI – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kakanwil Ditjen) Imigrasi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ganda Samosir, menggelar Coffee Morning bertajuk "Gelorakan Desa Binaan Imigrasi".
Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjalankan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).
Agenda tersebut dilangsungkan dengan suasana dialogis di Kantor Desa Sombu, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi.
Hadir mendampingi Kakanwil dalam giat tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi, Khairil Amsal, beserta jajaran.
Pertemuan strategis ini diikuti oleh Kepala Desa Sombu, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Desa Wapia-pia dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa).
Baca juga: Wakatobi Jadi Prioritas Pengawasan TPPO, Imigrasi Sultra Optimalkan Desa Binaan dan Tim Pora
Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari poin ke-4 Program Akselerasi Menteri Imipas, yaitu optimalisasi peran Pimpasa dalam memberikan penyuluhan hukum keimigrasian, guna mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
Dalam arahannya, Ganda Samosir, menegaskan bahwa Kanwil Ditjen Imigrasi Sultra berkomitmen untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
"Melalui peran Pimpasa, kita ingin memastikan desa-desa di Wakatobi memiliki ketahanan terhadap bujuk rayu sindikat TPPO/TPPM," jelas Ganda melalui keterangan tertulis, Kamis (9/4/2026).
"Penguatan literasi ini adalah langkah preventif, agar warga kita terlindungi saat hendak bekerja ke luar negeri sesuai prosedur yang benar," ujarnya.
Selain isu perlindungan WNI, forum ini juga menyoroti pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang berada di wilayah pedesaan.
Kakanim Wakatobi, Khairil Amsal, mengajak perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk aktif dalam skema pelaporan keberadaan orang asing.
* Membangun komunikasi dua arah antara warga dan petugas Pimpasa terkait aktivitas orang asing yang mencurigakan.
* Memastikan setiap WNA di Wakatobi mematuhi aturan izin tinggal demi menjaga ketertiban umum dan keamanan nasional.
Kehadiran perwakilan Desa Wapia-pia dan personel Pimpasa dalam diskusi ini menunjukkan semangat kolaborasi lintas sektoral.
Ganda berharap Desa Sombu dapat menjadi pelopor bagi desa-desa lain di Sulawesi Tenggara dalam membangun ekosistem desa yang sadar hukum keimigrasian.
Baca juga: Imigrasi Siaga Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
"Imigrasi sekarang telah berdiri sendiri melalui Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tenggara," ujar Ganda.
"Transformasi ini kami barengi dengan peningkatan layanan dan pengawasan yang lebih intensif hingga ke tingkat desa, demi menyukseskan visi besar Menteri Imipas," jelasnya.
Melalui giat Coffee Morning ini, diharapkan sinergi antara jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Sultra dan perangkat desa semakin solid dalam menjaga kedaulatan serta melindungi kepentingan masyarakat di Bumi Anoa. (*/adv)
(TribunnewsSultra.com/Content Writer)