BANJARMASINPOST.CO.ID - Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) di Banjarmasin jumlahnya sangat banyak. Para petugas BPK tersebut tersebar di lima kecamatan di kota seribu sungai tersebut.
Petugas BPK atau disebut juga relawan BPK umumnya mulai dari usia remaja hingga dewasa, meski ada juga sebagian anak-anak. Dan di antaranya juga ada yang unik.
Apanya yang unik? Ya, jika biasanya relawan BPK itu dominan dari kalangan pria, ternyata ada saja wanita yang mau menjadi relawan.
Contohnya Muzdalifah, wanita berusia 30 tahun yang merupakan relawan BPK Al Huda dengan Posko di Gg Al Huda, Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat.
Saat musibah kebakaran di Jl Tepian Kali Barito, Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat, Kamis (9/4/2026) wanita berkacamata ini tampak sibuk membantu melakukan pemadaman api.
Muzdalifah menata selang air untuk mempermudah rekan-rekannya melakukan penyemprotan ke titik api. Ia juga mengawasi kondisi sekitar, memastikan keamanan.
Baca juga: Suhu di Kalsel Mulai Naik, BPBD Pantau Wilayah Rawan Karhutla, OMC Belum Diperlukan
Menurut Muzdalifah ia sudah sejak remaja bergabung sebagai relawan BPK, hingga menikah serta punya anak naluri sebagai penolong tetap disalurkan.
"Saya bergabung di BPK karena senang membantu orang. Jiwa sosial ini terbawa hingga dewasa dan berumahtangga," katanya.
Seingat Muzdalifah, awal bergabung di BPK adalah saat usianya sekitar 15 tahun. Artinya, hingga sekarang sudah 15 tahun ia berkecimpung di dunia pemadam kebakaran.
Mengenai tugas, katanya, disesuaikan dengan kemampuan. Sebagaimana saat kejadian di kawasan Jl Tepian Kali Barito, rekan-rekannya para pria ada yang sampai masuk kolong rumah untuk menyedot air, maka Muzdalifah membantu yang lain untuk menunjang kemudahan penyemprotan.
Tandasnya, sang suami juga anggota BPK namun hari itu tak bisa ikut memadamkan api karena sedang bekerja.(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)