Gudang BPBD Jatim Diresmikan, Khofifah Soroti Kualitas Logistik Bencana 
Wiwit Purwanto April 10, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Gerha Majapahit BPBD Jawa Timur sebagai pusat pengelolaan logistik kebencanaan yang modern dan terintegrasi, di Kantor BPBD Jatim, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (9/4/2026). 

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol mulai beroperasinya gudang logistik kebencanaan. 

Dengan adanya gudang ini Gubernur Khofifah berharap akan mampu memperkuat kesiapsiagaan dan kecepatan respons penanganan bencana di Jawa Timur.

Sistem Manajemen Logistik Berbasis Digital 

Lebih lanjut, dalam sambutannya, Khofifah menegaskan pentingnya penerapan sistem manajemen logistik berbasis digital dengan metode First In, First Out (FIFO). Yaitu barang yang masuk pertama harus menjadi prioritas untuk didistribusikan lebih dulu.

“Manajemen logistik harus tertib dan terukur. Prinsip first in first out menjadi sangat penting agar kualitas logistik tetap terjaga dan tidak ada barang kedaluwarsa yang terdistribusi,” tegasnya.

Baca juga: BPBD Jatim Antisipasi Ancaman Godzilla El Nino, 815 Desa Berpotensi Alami Kekeringan

Menurut Khofifah, sistem FIFO penting guna menjaga efektivitas distribusi bantuan, khususnya untuk logistik yang memiliki masa simpan terbatas seperti bahan pangan dan obat-obatan.

Ia menambahkan, penerapan ekosistem digital dalam gudang logistik menjadi kebutuhan mutlak untuk memastikan akurasi data dan transparansi pengelolaan.

“Dengan sistem digital, kita bisa memantau pergerakan logistik secara real time, mengetahui masa berlaku barang, serta memastikan distribusi tepat sasaran dan tepat waktu,” jelasnya.

Gedung Gerha Majapahit sendiri difungsikan sebagai pusat penyimpanan dan pengelolaan logistik kebencanaan, mulai dari penerimaan, pemeliharaan, hingga distribusi bantuan dan peralatan darurat. 

Kehadiran gudang ini menjadi bagian dari penguatan sistem logistik BPBD yang lebih modern dan akuntabel.

Baca juga: BPBD Jatim Cek Seluruh EWS Se-Jatim Tingkatkan Kesiapsiagaan di Cuaca Ekstrem

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, termasuk ancaman musim kemarau ekstrem yang kerap dikaitkan dengan fenomena El Nino.

“Kita harus membangun kewaspadaan berlapis. Seluruh daerah harus siap dengan langkah mitigasi yang terukur agar dampak bencana bisa ditekan, terutama pada sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Gerha Majapahit merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas logistik dan operasional kebencanaan.

“Gudang ini dirancang untuk memastikan pengelolaan logistik lebih sistematis, mulai dari penyimpanan hingga distribusi. Dengan dukungan fasilitas ini, respons terhadap bencana diharapkan semakin cepat dan tepat,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.