BOLASPORT.COM - Mohamed Salah disarankan meniru langkah karier Lionel Messi jika cabut dari Liverpool.
Hal tersebut diungkapkan oleh eks bintang The Reds, Vladimir Smicer.
Smicer berpendapat bahwa iklim sepak bola di Amerika Serikat tengah berkembang.
Hal itu bisa membuat nama Mohamed Salah tetap berkibar jika bermain di MLS.
Namun, semua keputusan tetap ada di tangan winger asal Mesir tersebut.
"Mo Salah ke MLS atau Arab Saudi? Itu tergantung budaya mana yang dia pilih, tapi dia pasti akan disukai di mana pun," ucap Smicer, dikutip dari BetVictor.
"Menurut saya, di AS, sepak bola sedang berkembang di sana."
"Stadion-stadion mulai penuh. Suasananya bagus."
"Kalau saya berada di posisinya, saya akan memilih AS."
"Namun, kita lihat saja keputusan apa yang akan dia ambil."
"Mungkin dia bisa mengejutkan kita dan tetap di Eropa."
"Kita tidak pernah tahu," imbuhnya.
Lebih lanjut, Smicer meyakini bahwa kemampuan dari Mohamed Salah belum habis untuk tahun-tahun mendatang.
Label megabintang bisa diraihnya jika berkarier di MLS.
Bahkan Mo Salah bisa setara dengan superstar Argentina, Lionel Messi.
Messi diketahui memiliki magnet dan pengaruh luar biasa usai melanjutkan petualangannya di MLS pada musim panas 2023.
Namun, pemenang Liga Champions 2005 tersebut mengembalikan lagi keputusan kepada Mo Salah terkait masa depannya.
"Di AS, dia akan menjadi bintang besar seperti Lionel Messi," tutur Smicer melanjutkan.
"Dia masih punya banyak tenaga di kakinya untuk tahun-tahun mendatang, meski tidak di Liverpool."
"Namun, dia yang akan menentukan masa depannya," pungkasnya.
Mohamed Salah sudah memutuskan bahwa akhir musim 2025-2026 dirinya akan meninggalkan Liverpool.
Sejatinya kontraknya bersama Tim Merseyside Merah masih berlaku hingga Juni 2027.
Namun, klub dilaporkan mempersilakannya pergi akhir musim ini dengan status bebas transfer.
Masa depannya mulai dikaitkan dengan kelanjutan berkarier di Arab Saudi, Eropa, dan MLS.
Adapun terhitung 9 musim Mohamed Salah bakal berkarier di Anfield.
Pemain berusia 33 tahun tersebut menjadi sosok protagonis dalam kesuksesan The Reds memenangkan satu gelar Liga Champions dan dua trofi Liga Inggris.