Lapangan Desa di Banyumas yang Viral di Media Sosial Jadi Destinasi Sport Tourism,
M Syofri Kurniawan April 10, 2026 05:54 AM

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Hamparan lapangan hijau terbentang rapi seperti karpet panjang. Garis-garis lapangan tampak tegas, dan
di tengahnya, anak-anak dan remaja berlarian.

Sebagian mengejar bola, sebagian lagi berjalan santai, tertawa, atau sekadar berhenti menikmati udara yang bersih sambil berfoto. 

Di kejauhan, nampak Gunung Slamet yang menjadi latar keindahan foto yang kadang tertutup awan.

LAPANGAN VIRAL - Suasana di Lapangan B23 Soccervilled Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (4/3/2026). Lapangan ini bertransformasi menjadi fasilitas olahraga berstandar nasional yang viral di media sosial.
LAPANGAN VIRAL - Suasana di Lapangan B23 Soccervilled Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (4/3/2026). Lapangan ini bertransformasi menjadi fasilitas olahraga berstandar nasional yang viral di media sosial. (TRIBUN JATENG)

Di kaki gunung, rumah-rumah kecil berderet sederhana, menyatu dengan hamparan sawah dan pepohonan. 

Tidak ada yang berlebihan, semua terasa pas. Namun kini, lapangan itu bukan lagi sekadar ruang terbuka biasa.

Dari lapangan desa sederhana, kawasan ini bertransformasi menjadi fasilitas olahraga berstandar nasional yang viral di media sosial.

Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, berhasil mengubah aset desa menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD). 

Kepala Desa Kemutug Lor, Sarwono, mengatakan, ide pengembangan lapangan berangkat dari keterbatasan anggaran desa.

"Awalnya ini hanya lapangan desa seperti biasa. Tapi kami berpikir bagaimana bisa dikembangkan tanpa membebani keuangan desa, sehingga kami menawarkan ke investor," ujarnya kepada TribunJateng.com, belum lama ini. 

Langkah tersebut berbuah kerja sama dengan investor B23 Soccervilled melalui skema sewa-menyewa. Nilai investasi pembangunan lapangan diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

 Melalui skema itu, desa memperoleh PAD dengan potensi bagi hasil sekitar 2–3 persen dari pendapatan operasional.

"Yang dulu tidak menghasilkan apa-apa, sekarang bisa memberikan pemasukan tetap. Bahkan nanti ada tambahan dari persentase operasional," jelas Sarwono.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut bersifat tahunan dan dapat diperpanjang hingga 15 tahun.

Setelah masa kerja sama berakhir, seluruh aset akan menjadi milik desa sepenuhnya.

Lapangan yang dibangun memiliki ukuran 100 meter x 70 meter dengan rumput sintetis, berbeda dari lapangan desa pada umumnya yang masih menggunakan rumput alami.

Sebagian area juga dilengkapi jogging track yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Meski belum resmi dibuka, masyarakat sudah mulai diperbolehkan mengakses secara terbatas karena tingginya antusiasme.

"Memang belum dibuka, masih finishing. Tapi karena sudah viral, masyarakat penasaran, jadi kami izinkan dengan pengawasan," katanya.

Lapangan tersebut dijadwalkan mulai aktif digunakan pada 1 Mei 2026, dengan agenda perdana B23 Soccervilled Cup. Selanjutnya, kegiatan rutin seperti Kades Cup akan digelar pada Juli hingga Agustus mendatang.

Untuk akses umum, pengunjung dikenakan tiket masuk sekitar Rp5.000, khususnya untuk penggunaan jogging track.

Sementara penggunaan lapangan oleh tim atau kegiatan tertentu akan dikenakan biaya tersendiri.  (Permata Putra Sejati) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.