Dalam pertemuan hangat di Mapolda Jatim, kedua kelompok suporter terbesar di Jawa Timur ini sepakat untuk meninggalkan rivalitas buta.
Bonek dan Aremania ingin fokus menjaga keamanan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang demi memulihkan ekonomi masyarakat serta UMKM yang sempat terdampak trauma masa lalu.
Berikut ulasan selengkapnya:
Rencana digelarnya laga Derby Jatim antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada Selasa (28/4/2026) mendatang menjadi fokus utama dalam pertemuan hangat di Mapolda Jatim.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Bonekmania, Rafika, menyatakan kesepakatannya untuk menjaga keamanan dan perdamaian di Jawa Timur.
"Insya'Allah kami siap membantu keamanan ketertiban masyarakat di wilayah Jatim untuk guyub rukun damai solid. Insya'Allah tidak ada lagi gesekan-gesekan ya saudara-saudara. Kami tadi sudah bersalaman," ungkapnya, Rabu (8/4/2026).
Rafika juga berpesan agar kedua suporter saling mengawal bus pemain lawan saat bertandang ke wilayah masing-masing.
"Jangan ada lagi rivalitas cukup di lapangan 90 menit, tapi selanjutnya kita semua saudara," tambahnya.
Senada dengan Rafika, perwakilan Aremania, Gozali, menceritakan keinginan suporter Malang untuk bangkit dari trauma pasca-tragedi Kanjuruhan, terutama demi memulihkan ekonomi UMKM yang sempat gulung tikar.
"Selama ini kita, pasca Kanjuruan (insiden), teman-teman kami semuanya yang ada di Malang terutama yang punya UMKM sangat-sangat menjerit dengan tidak adanya kegiatan bola di Malang seramai dulu," katanya.
Baca juga: Peluang Pemain Timnas Indonesia Tampil di Liga Champions Terbuka Lebar, Verdonk Gacor Bersama Lille
Gozali menegaskan, Aremania telah berbenah dan siap menjaga kondusivitas pertandingan sesuai regulasi yang berlaku.
Terlebih, Stadion Kanjuruhan kini sudah dipugar sesuai regulasi keamanan.
"Kita memang punya fanatik ya. Fanatik itu harus berkode etik lah" ucapnya.
"Dukunglah dengan koridor yang benar, dan ini kami teman-teman Aremania semua saat ini sudah berbenah," tegasnya.
Gozali juga mencontohkan, Aremania belakangan sudah sukses menjaga kekondusifan, baik saat laga kandang maupun tandang ke Jakarta, Solo, Borneo, hingga Bali.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto yang tahu betul energi para suporter menilai, jika antusiasme penonton dikelola dengan baik akan menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar stadion.
"Kita lihat antusiasme penonton. Ini kan kalau dikelola dengan baik, satu pertunjukan hiburan yang menarik dan menggerakkan perekonomian" terangnya.
"Jadi kita harus benar-benar mengelolanya dengan baik, memberikan jaminan baik," paparnya.
Nanang pun menolak wacana memindahkan pertandingan ke luar Jatim demi menjaga sirkulasi ekonomi lokal.
"Karena kemarin ada wacana memang untuk disalurkan tempat lain saya bilang; aduh eman iki. Engko sing rame nggene wong liyo kok enggak di-rame rame; yang cara benar loh ya. Supaya nanti simpul-simpul ekonomi ini semua bisa berjalan itu biar di sini," jelasnya.
Mengenai trauma pasca-Tragedi Kanjuruhan, Nanang menegaskan penanganan hukum dan sosial sudah dilakukan.
"Kalau suatu tragedi terjadi ya seperti itu jangan jadikan trauma. Kami paham, tapi proses hukum sudah berjalan, dan ada recovery untuk mengobati trauma itu dan kemudian kan harus berjalan dengan baik," kata mantan Kakorsabhara Baharkam Polri itu.
Nanang menambahkan, eksistensi klub-klub Jatim luar biasa karena banyak yang berkancah di liga utama bahkan internasional.