Kasus Bayi Tertukar: Perawat Senior RSHS Dinonaktifkan: Ternyata ASN yang Sudah Kerja 20 Tahun
Ravianto April 10, 2026 09:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perawat RSHS Bandung yang diduga nyaris menukar bayi pasien atas nama Nina Saleha kepada orang lain saat dirawat di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS Bandung, dinonaktifkan sementara.

Dalam video yang diunggah Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dalam Chanel YouTube nya, Kamis 9 April 2026 malam, Asisten manajer keperawatan RSHS Bandung, Arif, nampak gelagapan saat ditanya sanksi apa yang diberikan kepada perawat tersebut.

"Sanksi yang diberikan apa?" tanya Dedi Mulyadi. 

"Sementara dinonaktifkan dari pelayanan, untuk dikaji lebih mendalam lagi, dengan komite keperawatan dianalisis lebih dalam," jawab Arif. 

Mendapat jawaban yang belum sesuai, Dedi kemudian mengulang pertanyaannya. 

"Sanksi apa?" tanya Dedi lagi. 

Baca juga: Respon Manajemen RSHS Terkait Kasus Bayi Nyaris Tertukar: Akui Langgar SOP dan Minta Maaf ke Pasien

"Sanksi disiplin, dalam regulasi kalau hasil analisis terkait kompetensi, kalau jelas kelalaian akan dicabut sampai permanen tergantung kasusnya, kalau sengaja bisa diberhentikan," jawab Arif. 

Perawat yang diduga menyerahkan bayi pasien atas nama Nina Saleha kepada orang lain itu, diketahui sudah bekerja sebagai perawat lebih dari 20 tahun dan bersatus sebagai ASN. 

"Perawatnya sudah ASN, lebih dari 20 tahun (jadi perawat)," ujar Arif. 

NYARIS KEHILANGAN BAYI- Nina Saleha (27) menceritakan detik-detik ia nyaris kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Peristiwa ini viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu pagi, 8 April 2026, ketika Nina hendak menjemput bayinya yang dirawat akibat kondisi sakit kuning sejak beberapa hari setelah lahir.
NYARIS KEHILANGAN BAYI- Nina Saleha (27) menceritakan detik-detik ia nyaris kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Peristiwa ini viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu pagi, 8 April 2026, ketika Nina hendak menjemput bayinya yang dirawat akibat kondisi sakit kuning sejak beberapa hari setelah lahir. (Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati)

Sebelumnya, seorang ibu bernama Nina Salehah (37), asal Cimahi, menceritakan pengalamannya saat melahirkan di RSHS Bandung melalui akun TikTok nindy5760. 

Dalam videonya, Nina menceritakan pada Rabu 8 April 2026, di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS Bandung dirinya sedang menunggu proses kepulangan bayinya sejak subuh. 

Saat itu, Nina meninggalkan ruang tunggu sekitar 30 menit untuk makan.

Namun saat kembali, bayinya justru diserahkan oleh perawat kepada orang lain yang juga sedang mengurus kepulangan bayi.

Nina pun khawatiran karena gelang identitas bayinya sempat dilepas oleh perawat RSHS.

Perawat itu, kata Nina, berdalih memberikan bayi tersebut kepada orang lain karena saat nama Nina dipanggil berkali-kali, tidak ada respons dari pihak keluarga.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.