Nyaris Kehilangan Jejak Sang Buah Hati, RSHS Bandung Akui Kelalaian SOP dan Tempuh Jalan Damai
Sinta Darmastri April 10, 2026 11:09 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Insiden menegangkan yang menimpa seorang ibu bernama Nina Saleha di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akhirnya menemui titik terang. Manajemen rumah sakit plat merah tersebut secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa nyaris tertukarnya bayi Nina yang sempat viral di media sosial.

Melalui pernyataan resminya, pihak RSHS mengakui adanya mata rantai prosedur yang terputus atau pelanggaran Standard Operating Procedure (SOP) saat proses kepulangan bayi di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Komitmen Perbaikan dan Langkah Kekeluargaan

Tak ingin masalah berlarut-larut, tim manajemen RSHS langsung bergerak cepat dengan menyambangi kediaman Nina Saleha untuk menjalin komunikasi langsung. Upaya persuasif ini diklaim membuahkan hasil positif.

"Dapat kami sampaikan bahwa Tim dari RSUP Dr. Hasan Sadikin telah melakukan kunjungan dan berkomunikasi dengan Bu Nina Saleha atas keluhan sebagaimana dimaksud dan keluhan tersebut telah terselesaikan dengan kekeluargaan," tulis manajemen dalam keterangan resminya, Kamis (9/3/2026).

RSHS berjanji insiden ini akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan serta memastikan keamanan pasien tetap menjadi prioritas utama demi menjaga kepercayaan publik.

Baca juga: TERTUNDUK Lesu, Momen Pertemuan Perawat RS Sentosa Bogor dengan Ibu Bayi Tertukar Siti Mauliah

Dinkes Jabar Turun Tangan Pantau Standar Layanan

Buntut dari kejadian yang menghebohkan warga Jawa Barat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat pun tak tinggal diam. Kepala Dinkes Jabar, dr. R. Vini Adiani Dewi, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan inspeksi dan evaluasi menyeluruh terhadap mutu layanan di RSHS Bandung.

Sebagai fungsi pengawas dan pembina, Dinkes Jabar ingin memastikan bahwa setiap tindakan medis, sekecil apa pun, tetap berjalan di atas rel prosedur yang ketat.

"Ya, namanya mutu layanan berarti pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada pasien, dari segi keselamatan pasien, keselamatan dalam berbagai hal ya, itu yang nanti kita ingatkan di RSHS-nya, dari mulai pemeriksaan kepada pasien, tindakan itu ada SOP-nya harus seperti apa, termasuk tadi ya memberikan bayi juga pasti ada SOP-nya, kita lihat nanti SOP-nya ada tidak," ujar dr. Vini.

Ia juga menambahkan bahwa kedua belah pihak kini telah mencapai kesepakatan damai.

"Mereka tadi sudah ada kesepakatan saling memaafkan, memperbaiki. Dari pihak RSHS juga memohon maaf atas ketidaknyamanannya, dari pasien juga sama sudah mem-viralkan jadi sudah clear Alhamdulillah," lanjutnya.

Baca juga: TERTUNDUK Lesu, Momen Pertemuan Perawat RS Sentosa Bogor dengan Ibu Bayi Tertukar Siti Mauliah

Kronologi Singkat: Drama 30 Menit yang Mendebarkan

Kejadian ini bermula saat Nina Saleha (37) sedang mengurus kepulangan buah hatinya pada Rabu, 8 April 2026. Melalui unggahan di akun TikTok nindy5760, Nina mengisahkan bagaimana situasi menjadi kacau ketika ia meninggalkan ruang tunggu hanya selama 30 menit untuk mencari makan.

Betapa terkejutnya Nina saat kembali, ia mendapati bayinya justru diserahkan perawat kepada orang lain. Suasana semakin panik lantaran gelang identitas sang bayi dilaporkan sudah sempat dilepas. Alasan yang diberikan oknum perawat saat itu adalah karena nama Nina telah dipanggil berulang kali namun tidak ada sahutan dari pihak keluarga.

Beruntung, kesalahan tersebut segera disadari sebelum sang bayi benar-benar dibawa pergi oleh keluarga yang salah. Kini, dengan adanya pengakuan kesalahan dan perbaikan internal dari RSHS, diharapkan sistem keamanan pasien di rumah sakit akan jauh lebih ketat di masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.