TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Sebanyak 19 ekor sapi didaftarkan oleh pemiliknya untuk menjadi kandidat sapi kurban Bantuan Masyarakat (Banmas) sebagai sapi kurban Presiden tahun 2026, Jumat (10/4/2026)
Dari 19 kandidat sapi yang didaftarkan, sudah ada 17 ekor lewati proses penimbangan dan pengukuran badan.
Proses penimbangan berlangsung di sejumlah kecamatan, seperti di Wonomulyo, Mapilli, Luyo, Limboro, dan Tinambung.
Baca juga: Polres Pasangkayu Dalami Dugaan Gangguan Mental Korban Kekerasan Seksual, Libatkan Dinsos
Baca juga: Lansia Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Pasangkayu Belum Ditahan, 9 Pelaku di Bawah Umur Wajib Lapor
Tahapan ini bertujuan memastikan bobot dan kondisi fisik sapi memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.
Meliputi aspek kesehatan, kelayakan, serta standar kualitas hewan kurban.
Nantinya hanya tiga ekor sapi terbaik akan dipilih untuk mengisi kuota sapi kurban Presiden 2026.
Proses seleksi secara objektif dan transparan ini melibatkan tim teknis yang berkompeten di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
Kepala Bidang Peternakan Polman, Namri Izzuddin mengatakan dari 19 sapi yang sudah mendaftar baru 17 sapi yang selesai diperiksa.
Termasuk penimbangan, mengukur tinggi badan sapi dan lingkar dadan, serta verifikasi umur sapi dan kesehatannya.
Menurut Namri rata-rata timbangan sapi yang mendaftar jadi kandidat 800 kilogram hingga 1,1 ton.
"Sapi yang memenuhi syarat kembali akan diperiksa oleh tim Disbuntarnak Polman, Dinas Provinsi hingga Sekertariat Presiden," kata Namri.
Disebutkan kegiatan ini merupakan agenda rutin dari Istana Kepresidenan sebagai bentuk apresiasi kepada peternak yang mampu mengelola ternaknya secara profesional.
Namri menjelaskan, syarat harus dimiliki calon sapi kurban presiden diantaranya memiliki bobot minimal 800 kilogram.
Kemudian jenis jantan dan semua jenis sapi hasil inseminasi, serta minimal umur sapi dua tahun saat hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
"Sapi harus sehat, tidak memiliki cacat fisik dan tidak mandul, sapi harus kelahiran Polman," katanya lagi.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli