TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Dinamika kependudukan dan potret ketenagakerjaan di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara terus mengalami perkembangan yang menarik untuk disimak.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk di Bumi Upun Taka kini telah melampaui angka 30 ribu jiwa, diiringi dengan komposisi angkatan kerja yang cukup produktif.
Kepala BPS Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan atau yang akrab disapa Iwan mengungkapkan angka kependudukan ini merupakan hasil koordinasi data dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.
Tercatat, hingga akhir tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Tana Tidung mencapai 30.315 jiwa.
Baca juga: Biaya Pengeluaran Penduduk Tana Tidung Meningkat, Kepala BPS Sebut Kelompok Non Makanan Naik Tajam
“Pertumbuhan ini tentu menjadi gambaran Kabupaten Tana Tidung semakin berkembang. Menariknya, dari sisi ketenagakerjaan, penduduk usia kerja atau yang berumur 15 tahun ke atas di daerah kita berjumlah 20.928 orang,” ujar Iwan kepada TribunKaltara.com, Jumat (10/4/2026).
Dari total penduduk usia kerja tersebut, Iwan merincikan bahwa angkatan kerja di Kabupaten Tana Tidung mencapai 15.422 orang. Komposisi ini terdiri dari 9.617 laki-laki dan 5.805 perempuan.
Kabar baiknya, mayoritas dari angkatan kerja tersebut, yakni sebanyak 14.855 orang, sudah terserap di berbagai lapangan pekerjaan.
Sementara itu, untuk angka pengangguran terbuka, BPS mencatat terdapat 567 orang yang masih masuk dalam kategori ini.
Di sisi lain, terdapat pula kelompok penduduk yang bukan angkatan kerja sebanyak 5.506 orang.
Baca juga: BPS Catat Penduduk Tana Tidung Kalimantan Utara Didominasi Generasi Z, Capai Sekitar 50 Persen
Di mana sebagian besar disibukkan dengan kegiatan mengurus rumah tangga sebanyak 3.017 orang, disusul pelajar atau mereka yang masih bersekolah sebanyak 1.653 orang, dan kategori lainnya sebesar 836 orang.
“Jika kita melihat dari status pekerjaan utamanya, sektor buruh, karyawan, atau pegawai masih mendominasi pasar kerja kita di Tana Tidung dengan jumlah mencapai 7.532 orang,” jelas Iwan.
Selain didominasi oleh pekerja formal (buruh/pegawai), geliat wirausaha mandiri juga terlihat cukup kuat.
Tercatat ada 2.650 orang yang berstatus pekerja berusaha sendiri, serta 2.202 orang yang masuk dalam kategori pekerja keluarga atau pekerja tidak dibayar.
Tak hanya itu, terdapat pula 1.517 orang yang menjalankan usaha dengan bantuan buruh tidak tetap, 338 orang yang mampu mempekerjakan buruh tetap, serta 616 orang yang bekerja sebagai pekerja bebas.
Sebagai perbandingan di tingkat provinsi, Iwan menambahkan bahwa meski Tana Tidung merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terendah di Kalimantan Utara.
Di mana pada proyeksi 2026 diperkirakan mencapai 29,45 ribu jiwa dibandingkan Kota Tarakan yang mencapai 259,34 ribu jiwa namun kualitas hidup terus meningkat.
“Salah satu indikatornya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita yang terus naik. Jika pada 2020 IPM Tana Tidung berada di angka 67,79, tren ini terus membaik setiap tahunnya seiring dengan membaiknya sektor ketenagakerjaan dan pendapatan masyarakat,” pungkasnya.
Data kependudukan dan ketenagakerjaan ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan.
Terutama dalam upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan perlindungan bagi para buruh serta pelaku usaha mandiri di Bumi Upun Taka.
(*)
Penulis : Rismayanti