MANGGAR, BABEL NEWS - Sebanyak 22 anggota calon jemaah haji asal Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini dinyatakan telah mempunyai istitaah untuk naik haji.
Istitaah merupakan prasyarat mutlak sebelum jemaah diizinkan melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).
Tanpa surat keterangan dari dinas kesehatan, jemaah tidak dapat memproses keberangkatan mereka ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Belitung Timur, Hasmaryati, Kamis (9/4/2026), mengatakan, pemeriksaan kesehatan terhadap calon jemaah haji tahun ini dilakukan secara mendalam.
Hasilnya, seluruh anggota calon jemaah haji asal Belitung Timur dinyatakan layak untuk berangkat ke Tanah Suci.
"Alhamdulillah, sesuai hasil pemeriksaan, syarat untuk pelunasan untuk surat berangkat itu kan harus istitaah dulu. Alhamdulillah, hasilnya istitaah," kata Hasmaryati.
Meski semuanya dinyatakan layak berangkat, Hasmaryati memberikan catatan bahwa kondisi kesehatan masing-masing anggota calon jemaah haji memiliki klasifikasi yang berbeda.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor usia yang tahun ini cukup bervariasi.
Hasmaryati menyebutkan, terdapat jemaah yang masuk kategori istitaah murni, namun ada juga yang menyandang status istitaah dengan pendampingan.
Ia menyebut pendampingan tersebut bisa berupa bantuan orang lain maupun obat-obatan tertentu secara rutin.
"Walaupun ada istitaah dengan pendampingan orang, ada juga yang istitaah dengan pendampingan obat. Kemarin untuk pendampingan ada satu orang," ujarnya.
Bagi jemaah yang memerlukan pendampingan orang, Hasmaryati mengatakan ada mekanisme ahli waris yang sudah terdaftar.
Hal ini memastikan jemaah tersebut tetap mendapatkan bantuan selama menjalankan proses ibadah haji.
Sementara itu bagi mereka yang masuk kategori pendampingan obat, Hasmaryati menyatakan jemaah tersebut tetap diperbolehkan membawa persediaan obat-obatan pribadi ke Tanah Suci.
Pengawasan akan dilakukan secara ketat oleh tim medis yang menyertai kelompok terbang (kloter).
"Pendamping obat, ya paling ada obat-obatan tertentu yang mereka bawa nanti ke sana. Nanti yang dampingi ada petugas kesehatan yang ikut jadi petugas tahun ini," kata Hasmaryati.
Dia menambahkan, tim medis, termasuk perawat, akan bersiaga penuh untuk memantau kesehatan calon jemaah haji.
Secara profil, lanjut Hasmaryati, calon jemaah haji Belitung Timur tahun 2026 cukup beragam.
Ada anggota calon jemaah haji lansia yang sudah berusia 76 tahun atas nama Juriah.
Di sisi lain, ada pula yang termuda berusia 31 tahun atas nama Mimang.
"Harapan kami sih tetap jaga kesehatan untuk jemaah kita karena memang rata-rata mereka ini kan lansia," ujar Hasmaryati.
Selain pemeriksaan, calon jemaah haji Belitung Timur juga diwajibkan mengikuti serangkaian vaksinasi.
Proses ini melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur sebagai pelaksana teknis di lapangan.
Hasmaryati mengatakan, setidaknya ada tiga jenis vaksin yang telah disuntikkan kepada calon jemaah haji, yakni vaksin meningitis, polio, dan influenza.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya penurunan risiko penyakit menular.
"Vaksin itu ranahnya dinkes, kemarin itu vaksin meningitis dengan polio, sama ada influenza juga. Itu semua sudah selesai dilaksanakan," kata Hasmaryati.
Lebih lanjut, ia mengimbau agar para calon haji tidak memaksakan diri dalam melakukan aktivitas fisik yang berlebihan sebelum hari keberangkatan.
Istirahat yang cukup dianggap sebagai modal utama keberangkatan. (z1)