TRIBUN-MEDAN.com, DOLOKSANGGUL - Akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu, sejumlah jalan dan jembatan terputus di Humbahas. Kini, jembatan bailey sudah tiba di Humbahas.
Sekdakab Humbahas Chiristison Rudianto Marbun mengutarakan, pihaknya tetap berupaya menangani dampak bencana alam banjir dan tanah longsor tersebut.
"Bencana yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan terputusnya akses jalan di sejumlah titik di wilayah kita," ujar Chiristison Rudianto Marbun, Jumat (10/4/2026).
Ia menerangkan, jembatan bailey sebagai solusi sementara.
"Jembatan bailey itu telah tiba di Desa Panggugunan Kecamatan Pakkat, Senin (6/4). Jembatan bailey ini akan segera dilakukan pemasangan di lokasi terdampak. Satu diantaranya, jembatan bungkuk yang berada di Desa Panggugunan Pakkat," terangnya.
Ia menyampaikan, kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas yang sebelumnya terhambat akibat kerusakan infrastruktur.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Desa, TNI dan Pemkab Langkat Bangun Jembatan Gantung
"Pemasangan jembatan akan dilakukan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Ini solusi sementara, menunggu pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan," lanjutnya.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada pihak TNI, dalam mendukung penanganan pascabencana.
"Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi memastikan seluruh proses berjalan lancar dan tepat sasaran," lanjutnya.
Kadis PUPR Reinward Marpaung menambahkan, kondisi awal dengan bentang 12 meter roboh akibat bencana alam longsoran batu sungai.
"Jembatan bungkuk, saat ini sedang dilakukan penanganan guna memulihkan akses warga yang terdampak bencana dengan menggunakan konstruksi jembatan bailey," terang Reinward Marpaung.
Dikatakannya, ini merupakan kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Humbahas. Diperkirakan dapat kembali normal dilalui masyarakat paling lambat pada bulan Juni 2026 mendatang.