TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Penyakit Campak merupakan salah satu infeksi yang sangat mudah menular dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.
Dalam beberapa waktu terakhir, penyakit ini kembali menjadi sorotan karena adanya peningkatan kasus di Indonesia maupun di berbagai negara lain.
Hingga saat ini, belum tersedia obat khusus yang dapat secara langsung membunuh virus penyebab campak.
Oleh karena itu, langkah pencegahan paling efektif yang direkomendasikan adalah melalui pemberian imunisasi sesuai jadwal, baik vaksin campak tunggal, MR (Measles-Rubella), maupun Vaksin MMR.
Agar perlindungan terhadap anak lebih optimal, orang tua perlu memahami waktu yang tepat untuk memberikan vaksin campak.
Penjadwalan imunisasi ini penting untuk memastikan anak memiliki kekebalan yang cukup sejak dini.
Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemberian vaksin campak dilakukan secara bertahap sesuai usia anak.
• Kemensos Perkuat Strategi Penyaluran Bansos 2026, Fokus Tuntaskan Tahap 1 dan Siapkan Tahap 2
Jadwal Vaksin Campak Anak:
Lalu, bagaimana dengan penggunaan vaksin kombinasi MMR? Pada anak yang telah berusia di atas 1 tahun, imunisasi dapat diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi MMR yang melindungi dari tiga penyakit sekaligus, yaitu campak, gondongan, dan rubella.
Jika anak sudah menerima vaksin MMR, umumnya tidak diperlukan lagi pemberian vaksin campak atau MR pada usia 18 bulan.
Namun, hal ini bisa berbeda tergantung pada jadwal imunisasi yang diterapkan oleh fasilitas kesehatan atau kebijakan setempat.
Untuk memastikan jadwal imunisasi yang tepat, orang tua disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter anak atau petugas imunisasi. Pemeriksaan buku imunisasi dan riwayat vaksinasi anak juga menjadi acuan penting agar pemberian vaksin tetap sesuai dan tidak terlewat.
Melalui imunisasi yang tepat waktu, risiko penularan dan komplikasi akibat campak dapat ditekan secara signifikan, sehingga anak dapat tumbuh lebih sehat dan terlindungi.
Vaksin campak tidak cukup hanya diberikan sekali. Untuk perlindungan optimal, vaksin umumnya diberikan tiga kali.
Jika menggunakan vaksin campak tunggal, jadwal pemberian vaksin campak untuk anak yaitu saat anak berusia 9 bulan, 24 bulan, dan 6 tahun.
Sementara itu, jika anak mendapat MMR pada usia sekitar 15 bulan, vaksin tetap diberikan tiga kali, tetapi dosis terakhir biasanya diberikan saat usia 5–6 tahun.
Pemberian vaksin berulang dilakukan karena vaksin pertama pada usia 9 bulan kadang belum bekerja maksimal.
Hal ini disebabkan masih adanya antibodi dari ibu yang dapat memengaruhi efektivitas vaksin.
• Rachel/Febi Bungkam Unggulan China, Lolos Dramatis ke Perempat Final BAC 2026
Karena campak bukan penyakit biasa, virusnya sangat mudah menular dan bisa memicu berbagai komplikasi serius, seperti radang paru-paru (pneumonia), infeksi telinga, diare berat, hingga komplikasi saraf.
Untungnya, pencegahan campak melalui vaksin sangat efektif.
Sebagai contoh, di Amerika Serikat sebelum vaksin campak ditemukan pada 1962, jutaan kasus campak dilaporkan terjadi setiap tahun. Namun setelah program imunisasi dijalankan secara luas, jumlah kasus campak terbukti menurun secara drastis.
Berikut adalah beberapa manfaat utama imunisasi campak:
- Mencegah Penyakit Campak:
Vaksin melindungi anak dari terinfeksi virus campak, yang menyebar melalui batuk atau bersin penderita.
- Mencegah Komplikasi Serius:
Imunisasi mengurangi risiko anak mengalami komplikasi parah yang bisa membahayakan jiwa.
- Membentuk Kekebalan Komunitas (Herd Immunity):
Semakin banyak anak yang divaksin, semakin sulit virus campak menyebar, sehingga melindungi bayi atau individu yang belum bisa divaksin (misalnya karena kondisi medis tertentu).
Di Indonesia, vaksin campak termasuk program imunisasi nasional dan bisa didapatkan gratis di puskesmas serta fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan pemerintah.