Tribunlampung.co.id, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malam ini, Jumat (10/4/2026).
Melansir Tribunnews, operasi senyap lembaga antirasuah tersebut menyasar wilayah Tulungagung, Jawa Timur. Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dikabarkan turut diamankan oleh tim penindakan.
Kabar penangkapan pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tersebut dibenarkan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat malam mengenai adanya giat penindakan di wilayah tersebut, Fitroh membenarkan informasi itu.
"Benar," ujar Fitroh singkat mengonfirmasi adanya OTT di Tulungagung.
Baca juga: Dikira Mau Bukber, Hartono Tak Sadar Penumpangnya Pejabat yang Terjaring OTT KPK
Lebih lanjut, saat ditanya secara spesifik apakah sosok kepala daerah, yakni Bupati Gatut Sunu Wibowo, yang menjadi pihak yang ditangkap dalam operasi senyap tersebut, Fitroh kembali memberikan afirmasinya.
"Iya," konfirmasi Fitroh.
KPK juga belum membeberkan siapa saja pihak-pihak lain yang turut diamankan beserta barang bukti apa yang disita dalam operasi malam ini.
Sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif guna menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam OTT tersebut.
Bupati Kabupaten Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Saat dikonfirmasi oleh Tribunnews.com lewat pesan tertulis pada Jumat (13/3/2026) siang, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi kebenaran informasi penangkapan tersebut.
"Benar," jawab Fitroh singkat saat ditanya mengenai kepastian kabar tertangkap tangannya bupati Cilacap dalam operasi tersebut.
Syamsul Auliya Rachman baru setahun menjabat Bupati Cilacap.
Dia dilantik secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025 lalu untuk masa jabatan 2025–2030.
Adapun sebelumnya, tepatnya Senin (9/3/2026) malam, KPK juga melakukan OTT di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.
Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri dan sejumlah pejabat ditangkap KPK.