Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026, "Pergi adn Beritakanlah Injil"
Eflin Rote April 11, 2026 11:19 AM

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah mengantar kita untuk mengalami kabar kebangkitan sampai menjadi semangat misi.

Bacaan Kisah Para Rasul melukiskan bagaimana para murid berani bersaksi meski menghadapi larangan dan ancaman. Maka hari ini kita tidak hanya diajak “percaya”, tetapi juga dikirim.

Saudara-saudari terkasih. 

Pada bacaan ini (Kis 4:13-21) bercerita tentang keberanian Petrus dan Yohanes untuk bersaksi meski diproses dan diancam.

Para pemimpin heran melihat keberanian Petrus dan Yohanes, sebab mereka dikenal tidak berpendidikan tinggi, tetapi kini berbicara dengan keteguhan. Mereka menyadari bahwa yang menguatkan bukan “keahlian bicara”, melainkan kuasa dan karya Tuhan.

Walaupun dilarang, para rasul terus menegaskan bahwa mereka tidak dapat berhenti berbicara tentang apa yang telah mereka lihat dan dengar. Sedangkan dalam Injil (Mrk 16:9-15), berkisah tentang Yesus yang memberi perintah misi setelah kebangkitan.

Di dalam pesan itu ada juga unsur pertobatan dan tanggapan iman: Injil bukan sekadar informasi, melainkan undangan untuk percaya kepada Kristus yang hidup. Maka bahan refleksi untuk kita adalah “Pergi”: Ungkapan pergi ini dimaksudkan untuk keluar dari zona nyaman dan pergi kepada orang lain yang membutuhkan kita.

Permenungan kita: bagian hidup mana yang membuat kita cenderung menahan kesaksian—komunitas kerja/keluarga, media sosial, atau relasi tertentu? Apa satu langkah “pergi” yang realistis minggu ini (misalnya mengajak doa singkat, memberi kata penguat, atau bersikap jujur di situasi sulit)?

Keberanian lahir dari “pengalaman kebangkitan”: Para murid bersaksi dengan berani di hadapan banyak orang karena ada pengalaman akan kebangkitan Tuhan.

Permenungan kita: apakah iman kita makin bertumpu pada rutinitas, atau masih disegarkan oleh perjumpaan dengan Tuhan (Ekaristi, doa, bacaan Kitab Suci, atau karya kasih)? Mohonlah agar Tuhan menyegarkan “alasan” kita untuk bersaksi.

Saudara-saudari terkasih,

Kedua, biarlah Tuhan memberi keberanian seperti Petrus dan Yohanes—berani bersaksi meski ada tekanan—serta mengutus kita dengan sikap hidup yang memancarkan kasih Kristus yang bangkit. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.