Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN – Langkah kaki Prionoto terasa berat ketika ia tiba di Kabupaten Gayo Lues, Jumat (10/4/2026) kemarin.
Abang kandung Kris Biantoro alias Bento (49) itu datang dengan hati yang diliputi duka, setelah menerima kabar adiknya meninggal dunia di puncak Gunung Leuser.
Kris Biantoro tercatat sebagai warga Jalan Saman Hudi Tanah Merah, Binjai Selatan, Medan.
Ia dikenal sebagai sosok yang gemar mendaki gunung.
Bersama rombongan berjumlah 16 orang, ia menapaki puncak Gunung Leuser lewat jalur Desa Penosan, Dusun Kedah, Kecamatan Blangjerango, Gayo Lues, sejak 31 Maret 2026 lalu.
Baca juga: Pendaki Asal Binjai Meninggal di Gunung Leuser, Tim Berjumlah 16 Orang, Ini Nama-namanya
Pendakian itu dijadwalkan berakhir 9 April 2026. Namun takdir berkata lain.
Dalam perjalanan turun dari puncak Gunung Leuser, Kris Biantoro dilaporkan mengalami sakit.
Ia menghembuskan napas terakhir di tengah hutan belantara Gunung Leuser pada Kamis (9/4/2026).
Hingga saat ini keberadaan jenazahnya masih berada di kawasan Gunung Leuser, menunggu tim evakuasi membawa turun ke permukiman warga.
Prionoto mengaku langsung berangkat dari Langsa menuju Medan, lalu ke Blangkejeren, begitu mendengar kabar duka itu.
“Adik saya tidak punya riwayat penyakit. Ia tinggal bersama ibu di Binjai. Sampai sekarang, kabar ini belum saya sampaikan kepada ibu,” ujarnya dengan suara bergetar saat ditemui TribunGayo.com di Gayo Lues, Jumat (10/4/2026).
Menurut cerita abangnya, Kris Biantoro, sudah berpisah dengan istrinya dan tidak memiliki anak, dikenal sebagai wiraswasta yang sederhana.
Kris Biantoro sebelumnya juga sudah pernah melakukan kegiatan pendakian di Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Kini, perjalanan terakhirnya di Gunung Leuser menjadi kisah yang tak akan pernah dilupakan keluarga dan rekan-rekan setimnya.
Di balik tragedi ini, ada sosok abang yang setia menjemput adiknya pulang.
Tim evakuasi yang berjumlah 13 orang telah diterjunkan pada, Jumat (11/4/2026), untuk menjemput jenazah Kris Biantoro.
Para personel yang terlibat dalam evakuasi terdiri dari, personel Polres Gayo Lues, Brimob serta warga (guide).
Dari data dan informasi yang didapat, jenazah Kris Biantoro dievakuasi dan tiba dipermukiman warga dengan waktu tempuh pulang pergi diperkirakan lebih kurang 5-6 hari.
Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo melalui Kasat Reskrim Iptu M Abidinsyah SH mengatakan, jenazah Kris Biantoro setelah berhasil dievakuasi akan langsung dibawa ke RSUD Muhammad Ali Kasim untuk dilakukan visum dan memastikan penyebab kematiannya.
"Setelah dari rumah sakit nantinya, selanjutnya jenazah pendaki puncak Gunung Leuser Kris Biantoro Alias Bento baru serahkan kepada pihak keluarga," jelas Kasat Reskrim Iptu M Abidinsyah.
Berikut nama-nama rombongan pendaki Gunung Leuser asal kota Binjai Sumatera Utara yakni, Ketua Tim Sugar Ray Leonard, anggota Wildan Firdaus, Opi Yopita, Aghas Ferdiansyah, Dwiki Surya Nugroho, Husairi, Kris Biantoro Als Bento, Taufik Wahyudi, Mudrika Salha, Sri Wahyuni.
Selanjutnya, Nur fajar Rizqi, Abay Syafiq Hannan, Arif Chaerulliansyah, Muhammad Daffa Dolly, lalu Abadi sebagai guide dan Bahrinsah asisten guide. (*)