Anggota DPRD Dukung Bupati Malang Sanusi Bangun Alun-alun Kepanjen, Rencana Utang Bank Jatim
iksan fauzi April 11, 2026 03:00 PM

 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Keinginan kuat Bupati Malang Muhammad Sanusi membangun Alun-alun di Kecamatan Kepanjen tahun ini berpeluang besar terwujud.

Sebab, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malang sudah memberikan dukungan Sanusi mewujudkan pembangunan Alun-alun Kepanjen.

Di antaranya adalah Ketua Fraksi PDIP Abdul Qodir alias Adeng dan Ketua DPRD Darmadi.

Mereka memberikan dukungan tersebut setelah mereka ikut Sanusi studi banding alias kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (9/4/2026).

Di sana, Sanusi dan anggota DPRD Kabupaten Malang bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, untuk belajar tentang pembiayaan pembangunan alun-alun dari Bank Jatim.

Sebab, Pemkab Banyuwangi sudah meminjam uang dari Bank Jatim sebesar Rp 250 miliar.

Salah satunya untuk membangun Taman Blambangan, yang kini jadi City Tour Heritage.

Bahkan, usai pertemuan itu, Sanusi dan rombongannya diajak Ipuk untuk jalan-jalan ke Taman Blambangan, yang saat ini jadi pusat keramaian itu. 

"Iya, dari pihak bank Jatim Kabupaten Malang sepertinya sudah wellcome, tinggal nanti kami paripurnakan di gedung dewan, buat bikin regulasi untuk mewujudkan alun-alun itu. Kalau PDIP akan allout," tutur Adeng, yang Sekretaris DPC PDIP, Sabtu (11/4/2026).

Berapa anggaran yang akan dibutuhkan, menurut Adeng, itu belum dibahas, berapa Pemkab Malang akan meminjam ke Bank Jatim.

Cuma, kalau Pemkab Banyuwangi, yang PAD-nya jauh lebih besar dari Pemkab Malang, bisa meminjam Rp 250 miliar, berarti Pemkab Malang bisa pinjam Rp 500 miliar.

"Yang penting, kita bikinkan regulasinya dulu, baru nanti membahas berapa anggaran yang dibutuhkan buat membangun alun-alun itu," tuturnya.

Begitu juga, H Kholik atau Gus Kholik, ketua DPC PKB Kabupaten Malang, juga akan mendukung keinginan Bupati Sanusi, yang ingin mewujudkan pembangunan Alun-alun di Kepanjen.

Alasannya, tanpa ada alun-alun itu, Kepanjen akan lamban pertumbuhannya karena investor akan enggan membangun hotel, mall, perkantoran.

"Lihat sendiri, sejak 19 tahun ini, Kepanjen seperti jalan di tempat. Apalagi, kalau malam hari, tak terlihat gemerlapnya karena tak ada pusat keramaian, buat berkumpulkannya pusat ekonomi," papar Gus Kholik, anggota dewan tiga periode.

Menurut Gus Kholik, keberadaan Alun-alun di Kepanjen itu bukan cuma jadi ikon namun bakal bisa menarik minat investor.

Dampaknya, kehidupan ekonomi di malam hari, bakal bergairah.

"Saat ini, kalau mencari makan malam hari, kesulitan. Namun, nanti kalau sudah ramai, perusahaan besar, seperti KFC, Mc Donald, Yosinoya, Pizza Hut, akan berdatangan untuk meramaikan Kepanjen," ungkapnya.

Baca juga: Alun-Alun Kepanjen Segera Terwujud Usai Tertunda 19 Tahun, Bupati Sanusi Rencana Pinjam Rp500 Miliar

Pekerjaan rumah yang tertunda

ALUN-ALUN KEPANJEN - Bupati Sanusi dan rombongannya, Sekda Budiar, Darmadi, ketua dewan dan Abdul Qodir, ketua Fraksi PDIP melakukan studi banding ke Pemkab Banyuwangi, Kamis (9/4/2026). Rencana pembangunan Alun-alun ibu kota Kabupaten Malang di Kecamatan Kepanjen tahun ini mulai menemui titik terang. 
ALUN-ALUN KEPANJEN - Bupati Sanusi dan rombongannya, Sekda Budiar, Darmadi, ketua dewan dan Abdul Qodir, ketua Fraksi PDIP melakukan studi banding ke Pemkab Banyuwangi, Kamis (9/4/2026). Rencana pembangunan Alun-alun ibu kota Kabupaten Malang di Kecamatan Kepanjen tahun ini mulai menemui titik terang.  (SURYAMALANG.COM)

Rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen bisa dikatakan pekerjaan rumah yang tertunda.

Pasalnya, pada 2014 lalu rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen sudah pernah direncanakan dengan anggaran Rp 29 miliar.

Anggaran segitu karena Pemkab Malang sudah mempunyai lahan sendiri seluas 2 hektare di belakang pendopo Kepanjen.

Namun, rencana itu batal dilaksanakan karena terkendala pembebasan lahan buat tambahan memperluas alun-alun yang butuh lahan sekitar 8 hektar.

Pemilik lahannya, yang informasinya bos rokok ternama itu enggan menjualnya jika cuma dihargai Rp 1 juta per Ha.

"Iya, saya dengar-dengar seperti itu. Kami harap tahun ini bisa terealisasi pembebasan lahannya itu, biar Kabupaten Malang segera punya alun-alun sendiri, di Kepanjen," pungkas Gus Kholik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.