Musim Kemarau Maju ke Mei, BPBD Jambi Siagakan 62 Pos Pantau di Titik Rawan Karhutla
Suci Rahayu PK April 11, 2026 03:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jelang musim kemarau, Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah menyebut, pada Selasa (7/4/2026) kemarin dirinya bersama Gubernur telah mengikuti rapat persiapan musim kemarau di Jakarta.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Kepala BMKG memaparkan Jambi termasuk dari satu diantara enam provinsi yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dari paparan Bapak Kepala BMKG memang untuk Provinsi Jambi ini musim kemaraunya maju. Yang biasanya di pertengahan tahun, ini maju. Awal musim kemaraunya diperkirakan pada dasawarsa pertama bulan Mei, artinya bulan depan,” katanya, Sabtu (11/4/2026).

Pasca pulang rapat itu, Bachyuni menuturkan Gubernur Jambi mengarahkan pihaknya untuk memetakan daerah rawan karhutla.

Daerah rawan itu mulai dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, hingga Kabupaten Bungo.

“Kecuali Kota Sungai Penuh sama Kabupaten Kerinci dan Kota Jambi, yang hari ini masih kita petakan juga takut terjadi, itu akan kita serahkan kepada kabupaten/kota,” tuturnya.

“Dari jumlah daerah rawan yang ada di masing-masing kabupaten itu, ada kecamatan, ada desa, itu sudah kita petakan,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, ketika sudah ada kenaikan status di dua kabupaten/kota di Provinsi Jambi, sesuai arahan Gubernur Jambi, maka status siaga darurat bencana tingkat Provinsi ditetapkan.

“Supaya kita bisa minta bantuan ke BNPB terkait operasi hujan buatan. Karena itu masih ada bintik di bulan Mei, maka itu kita lakukan,” jelasnya.

Baca juga: Resmi Dibuka! Liga 4 Jambi 2026 Bergulir di Stadion Swarnabhumi, 7 Klub Berlaga

Baca juga: Mitigasi Bencana Karhutla, Pemrpov Jambi Siapkan 2 Skema Utama

Terkait hal tersebut, Bachyuni menerangkan pihaknya telah menyiapkan 62 pos terkait hal tersebut. 

Pos tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota yang rawan kebakaran dan dibackup oleh kabupaten terkait, serta diisi beberapa instansi yang tergabung kedalam satgas karhutla.

Instansi itu terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga elemen masyarakat. 

Satgas itu akan memantau, mendeteksi dini, hingga melakukan sosialisasi.

Sosialisasi itu berupa himbauan, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, potensi karhutla sangat tinggi.

“Karena musim kemaraunya panjang. kedua, curah hujannya juga di bawah normal yang ketiga, panasnya luar biasa,” terangnya.

Bachyuni menambahkan, pihaknya akan mendorong empat kabupaten untuk menetapkan status siaga bencana.

Empat kabupaten itu terdiri dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Sarolangun

“Hampir separuh wilayahnya (4 kabupaten, red) itu adalah wilayah gambut, yang memang dia perlu pembasahan. Karena gambut itu kalau kering dia gampang terbakar, akanya kami dorong dia dulu supaya nanti bisa melakukan pembasahan di daerah-daerah gambut,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Safari Subuh di Masjid Magat Sari, Gubernur Al Haris Ingatkan Warga Bijak Gunakan BBM

Baca juga: Perhiasan di Jambi Rp8,6 Juta per Mayam, 11/4/2026 Emas Antam Naik Tipis Rp2.922.000

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.