TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Aktivitas awal perbaikan mulai terlihat di sekitar Jembatan Sentong, Desa Sukowiryo, Kabupaten Bondowoso. Sejumlah alat berat seperti ekskavator dan truk crane sudah berada di lokasi dalam beberapa hari terakhir.
Jembatan tersebut sebelumnya ambles pada 23 Februari 2026, sehingga akses kendaraan ditutup total. Meski demikian, masyarakat masih memanfaatkan jembatan dengan berjalan kaki untuk memperpendek jarak perjalanan.
Sebagian warga bahkan membuka jasa penitipan sepeda motor di sisi utara dan selatan jembatan agar pengguna jalan dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Samsu, warga Desa Bataan, mengaku kerap menggunakan cara tersebut saat hendak menuju pusat kota.
“Iya, kan ada penitipan sepeda motor itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Jembatan Sentong Ditutup Karena Ambles, Warga Manfaatkan Jalan Jadi Jemuran dan Tempat Parkir
Menurutnya, langkah itu dilakukan karena jalur alternatif yang tersedia cukup jauh dan sering menimbulkan kemacetan pada waktu tertentu.
Selama hampir sebulan setelah jembatan ambles, ia belum melihat aktivitas pembangunan di lokasi. Namun dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pekerja dan alat berat mulai terlihat.
“Katanya cek tanah, terus kabarnya sudah mau dihancurkan total. Cuma mulainya kapan, saya tidak tahu,” kata Samsu.
Ia berharap perbaikan jembatan dapat segera dimulai karena perjalanan memutar cukup menyita waktu.
Hal serupa disampaikan Firman, warga Desa Sumberpandan, Kecamatan Grujugan. Ia juga melihat keberadaan alat berat di sekitar jembatan, tetapi belum mengetahui jadwal pasti pembangunan.
“Hari ini saya masih bisa melintas jalan kaki di jembatan. Tidak tahu kapan pastinya perbaikan dilakukan,” ungkapnya.
Baca juga: Usai Jembatan Sentong Kini Fondasi Jembatan Kauman Bondowoso Ambrol, Akses ke Jember Terancam Lumpuh
Sementara itu, Lukman Beril, warga Perumahan Taman Nangkaan Estate yang juga Ketua Panitia Pembangunan Jembatan Darurat, mengatakan bahwa proses awal pembangunan sudah mulai berjalan.
Menurutnya, material untuk pembangunan jembatan darurat seperti bambu dan kayu telah mulai datang ke lokasi.
“Tadi Pak RT menghubungi kami, bahan-bahannya sudah datang,” ujarnya.
Jembatan darurat tersebut rencananya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda ontel yang dituntun.
Lokasi pembangunan akan berada di jalur Perumahan Taman Nangkaan Estate, RT 20/RW 01, Kelurahan Nangkaan.
Lukman menjelaskan bahwa jembatan darurat diupayakan sudah bisa digunakan saat jembatan utama nantinya tidak dapat dilalui sama sekali.
Proses pembangunannya diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu.
“Saat jembatan utama sudah tidak bisa dilewati total, diusahakan jembatan darurat sudah bisa digunakan. Estimasi pembuatan sekitar 14 hari. Rencananya segera, mungkin besok mulai dibuat,” tambahnya.