Pemerintah Jamin Stok BBM Aman, Anggota Dewan Minta Warga Lapor Jika Ada Penimbunan BBM
taufik ismail April 11, 2026 09:11 PM

Laporan Adim Mubaroq 

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman di tengah kekhawatiran masyarakat soal pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas.

Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, menegaskan masyarakat tidak perlu panik karena stok masih terjaga dan distribusi terus diawasi ketat.

“Masayarakat enggak usah panik, enggak usah khawatir. Pemerintah berusaha tidak menaikkan BBM dan menyediakan stok yang cukup,” kata Ateng di Majalengka, Sabtu (11/4/2026). 

Ia menjelaskan, Komisi XII DPR RI terus melakukan pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan subsidi energi. Ateng juga membuka ruang pelaporan bagi masyarakat jika menemukan pelanggaran di lapangan.

“Kalau ada penyalahgunaan subsidi, silakan lapor ke kami. Tidak boleh ada yang menimbun BBM, gas, dan lain-lain,” tegasnya.

Untuk pasokan LPG, Ateng mengakui Indonesia masih bergantung pada impor sekitar 80 persen.

Meski begitu, kondisi stok dinilai masih aman. Dari hasil pemantauan terakhir, cadangan LPG sempat berada di kisaran 9,8 hari, namun pasokan baru terus masuk sehingga ketersediaan tetap terjaga.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena justru bisa mengganggu distribusi.

“Kalau pembelian berlebihan, malah merusak manajemen stok yang sudah dirancang. Padahal barangnya ada,” katanya.

Ateng turut menyinggung laporan kelangkaan gas di Majalengka beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kondisi itu bukan disebabkan kekurangan suplai, melainkan lonjakan konsumsi saat arus balik Lebaran.

“Bukan suplai yang kurang, tapi penduduk tiba-tiba bertambah dari kota. Jadi konsumsi naik. Sekarang sudah teratasi,” jelasnya.

Dalam jangka panjang, Ateng mendorong masyarakat mulai beralih ke energi listrik yang dinilai lebih murah dan pasokannya melimpah. Termasuk penggunaan kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan impor energi.

“Ketersediaan listrik kita tinggi, bahkan lebih besar dari yang diserap. Jadi kalau bisa beralih ke kompor listrik atau kendaraan listrik, itu lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan biodiesel berbasis kelapa sawit seperti B50 untuk menekan impor BBM, bahkan membuka peluang ekspor biosolar ke depan.

Avtur Berpotensi Naik Jelang Musim Haji

Menjelang Idul Adha dan musim haji, konsumsi energi diperkirakan masih normal, kecuali avtur yang cenderung meningkat.

Meski begitu, harga avtur Indonesia disebut masih kompetitif di kawasan ASEAN.

Ateng menambahkan, kenaikan harga tiket pesawat lebih banyak dipengaruhi faktor global, bukan semata kebijakan dalam negeri.

Secara umum, stok energi nasional dijaga dalam rentang 25 hingga 30 hari, dengan pasokan yang terus diperbarui sebelum batas minimum tercapai. Pemerintah juga mulai mencari sumber energi alternatif dari luar kawasan Timur Tengah.

“Yang penting kita jaga agar harga BBM tidak naik, karena kalau itu terjadi, semua harga pasti ikut naik,” ujarnya.

Baca juga: Warga Cirebon Siap Beralih? 11 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Sudah Disiapkan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.