Rencana Iran Kenakan Tarif Transit Kapal di Selat Hormuz, Bakal Raup Puluhan Miliar
Tribun-video April 11, 2026 11:42 PM

Pemerintah Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan kebijakan strategis baru dengan mengenakan biaya transit bagi kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.

Langkah ini dinilai berpotensi menjadi sumber pendapatan besar bagi negara di tengah dinamika konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Berdasarkan laporan yang beredar, Iran mempertimbangkan untuk mengenakan biaya sekitar 1 dolar AS per barel bagi kapal tanker yang melintas.

Melalui volume perdagangan energi yang sangat besar di Selat Hormuz, kebijakan ini diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan antara 70 hingga 80 miliar dolar AS per tahun.

Laporan Financial Times, Rabu (8/4/2026) melaporkan Iran menetapkan bahwa pembayaran tersebut harus dilakukan dalam mata uang kripto.

Surat kabar itu juga mengklarifikasi bahwa kapal tanker minyak kosong diizinkan untuk lewat tanpa biaya.

Hal ini berdasarkan kutipan pernyataan Hamid Hosseini, perwakilan dari Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran, yang dimuat di surat kabar tersebut.

Ia menjelaskan bahwa biaya akan dibayarkan dalam Bitcoin, yang memungkinkan penyembunyian transaksi dan menghindari risiko sanksi terhadap pemilik kapal.

Menurut Hosseini, "Iran perlu memantau apa yang masuk dan keluar dari selat tersebut untuk memastikan bahwa dua minggu ini tidak dimanfaatkan untuk transfer senjata."

Hari ini, tanda-tanda awal aktivitas kapal mulai muncul di Selat Hormuz, menyusul pengumuman gencatan senjata yang mencakup pembukaan kembali sementara jalur air strategis ini.

Menurut data dari platform MarineTraffic, dua kapal pertama melintasi Selat Hormuz hari ini setelah gencatan senjata diumumkan, dan ratusan kapal masih berada di wilayah tersebut, termasuk 426 kapal tanker minyak, 34 kapal tanker LPG, dan 19 kapal tanker LNG.

Hassan Abedini, kepala departemen informasi politik di stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengumumkan kalau  Iran dapat memperoleh pendapatan tahunan sebesar 64 miliar dolar AS atau setara Rp 1.088 Triliun dari biaya yang dikenakan pada kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz.

Abedini menyatakan, "Selat Hormuz telah menjadi jalur air yang akan dikelola secara cerdas oleh Iran; seluruh dunia telah menyetujui hal ini."

Dia menambahkan: “Jika kita ambil contoh, bahwa 32.000 kapal melewati selat tahun lalu, dan jika $2 juta dikumpulkan dari setiap kapal, totalnya akan sekitar $64 miliar, yang merupakan jumlah yang akan diterima Iran.”

Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pagi ini kalau Iran telah setuju untuk sepenuhnya dan segera membuka kembali Selat Hormuz.

Kemudian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa Iran akan membuka selat tersebut untuk pelayaran selama dua minggu, dengan kemungkinan pelayaran melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan tunduk pada pembatasan teknis.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.