BEM-DPM FT UHO Kendari Sebut 2 Video Viral Senior Tampar Junior Selesai, Mediasi Kekerasan Verbal
Desi Triana Aswan April 11, 2026 11:45 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo atau BEM FT UHO Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), buka suara terkait beredarnya video viral dugaan aksi perpeloncoan.

Salah satu video merekam aksi diduga senior menampar sejumlah mahasiswa yang duduk berjejeran di selasar masjid kampus, Rabu (8/4/2026).

Kampus UHO berlokasi di Jalan HEA Mokodompit, Anduonohu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, yang berjarak sekitar 6-8 kilometer atau 10-15 berkendara dari pusat kota di kawasan Tugu Religi Sultra.

Sehari berselang, giliran video viral aksi tampar menampar diduga senior terhadap juniornya juga beredar luas di media sosial (medsos).

Aksi tersebut terjadi di dalam ruang kelas dan disaksikan mahasiswa lainnya yang terlihat masih berkepala plontos.

Berdasarkan informasi TribunnewsSultra.com, Sabtu (11/04/2026), aksi itu terjadi di ruang perkuliahan vokasi D3 Teknik Mesin UHO Kendari pada awal masa perkuliahan 2025 lalu.

Mahasiswa baru (maba) yang menjadi korban penamparan seniornya dalam video viral tersebut berinisial FA.

Baca juga: Mahasiswa Dikeroyok dan Ditikam di Kampus UHO Kendari Gegara Suruh Cukur Rambut, Polisi Kejar Pelaku

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FT UHO, Sagala mengatakan video klarifikasi untuk memberikan penjelasan utuh sekaitan peristiwa dalam video viral beredar benar adanya.

DPM FT UHO akan melakukan audit atas dugaan vidio tindak perundungan yang terjadi yang mengatasnamakan mahasiswa Teknik UHO.

Selain itu, akan melakukan evaluasi kembali terkait kaderisasi di lingkup FT UHO.

"Masalah ini akan kami usahakan di selesaikan secara kelembagaan, birokrasi, maupun secara kekeluargaan," kata Sagala kepada Tribunnewssultra.com.

Meski demikian, ia menyampaikan penyelesaian tersebut bukan berarti menandakan permasalahan terkait perundungan ini selesai.

Sebab, insiden tersebut tidak mencerminkan nilai mahasiswa yang seharusnya menjunjung solidaritas.

Karena itu, DPM FT UHO akan mendorong proses lanjutan berupa mediasi terbuka dan evaluasi menyeluruh, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk tetap kritis, namun tidak menggiring opini tanpa memahami fakta secara utuh.
Ini bukan sekadar klarifikasi, tapi komitmen bahwa ruang kampus harus aman bagi semua," ujarnya.

Sebelumnya, pengurus BEM, DPM, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) se-FT UHO, menyampaikan klarifikasi bersama atas beredarnya video viral tersebut.

Ketua BEM FT UHO, Afni yang menjadi perwakilan mahasiswa membenarkan terjadinya dugaan kekerasan senior terhadap junior di dalam ruang kelas pada tahun 2025 lalu.

Diapun menyebut kejadian dalam video viral beredar belakangan ini sudah terselesaikan, baik secara kelembagaan, birokrasi, begitupun pihak korban.

Hal senada disampaikan FA, sosok korban, dalam video yang viral saat diberikan kesempatan berbicara oleh perwakilan mahasiswa.

"Saya atas nama (FA) atas nama korban kekerasan di dalam ruangan ingin meluruskan bahwa kekerasan itu sudah diselesaikan secara lembaga, birokrasi, dan kekeluargaan," jelasnya.

Afni melanjutkan bahwa bagi saksi korban lain yang merasa mendapatkan kekerasan verbal, pihak kelembagaan FT UHO masih mencoba melakukan komunikasi.

"Dari segi saksi yang merasa mengalami kekerasan verbal baik secara gangguan mental dan juga keluar dari Universitas Halu Oleo, kami dari kelembagaan fakultas teknik masih mencoba melakukan komunikasi dan mediasi kepada saksi korban tersebut," tuturnya.

Diapun menegaskan oknum senior terduga pelakunya juga sudah mendapatkan saksi pascakejadian itu.

"Dan ini kami terangkan bahwa oknum senior yang melakukannya dan sudah diberi sanksi pada saat kejadian itu terjadi," jelasnya.

Ia berharap dengan penjelasan dan penyelesaian kasus ini, informasi terkait dugaan aksi perpeloncoan senior terhadap juniornya itu tidak terus menerus beredar luas lagi.

Sementara, terkait beredarnya video viral dugaan aksi penamparan senior dan junior yang terjadi di pelataran masjid kampus, beberapa bulan lalu, dia menyebut juga sudah terselesaikan.

"Video yang terjadi pada setahun silam maupun beberapa bulan sebelumnya itu adalah video yang telah terselesaikan. Baik secara kelembagaan yang dibantu pihak birokrasi maupun secara kekeluargaan," kata Afni.

Diapun berjanji pihak BEM, DPM, HMJ akan terus melakukan evaluasi pascainsiden tersebut secara kelembagaan.

"Kami dari kelembagaan Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo akan selalu mengevaluasi kembali dari tataran struktural kami dan juga kaderisasi kami," jelasnya menutup video klarifikasi tersebut.

Sementara, Afni yang kembali dikonfirmasi sekaitan video klarifikasi lembaga kemahasiswaan itu, Sabtu (11/04/2026) masih enggan berkomentar banyak.

"Ada beberapa penyelesaian yang dilakukan di dalam internal kami," katanya melalui pesan WhatsApp Messenger.

"Tapi Insya Allah pasti selesai dari ini saya akan menginformasikan kepada pihak Tribunnews," jelasnya menambahkan.

(*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.