BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Suasana haru tak terbendung saat sesi terakhir seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tapin 2026 digelar di Stadion Olahraga Datu Muning Rantau, Sabtu (11/4/2026) petang.
Sebanyak 65 peserta yang telah melalui serangkaian tahapan seleksi, mulai dari administrasi hingga tes kepribadian, tampak tegang menunggu hasil akhir.
Namun, tak semua bisa melangkah lebih jauh. Dari total peserta, terdiri dari 37 putra dan 28 putri, hanya 47 orang yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahap karantina pada 1 Agustus 2026 mendatang.
Momen pengumuman hasil seleksi pun berubah menjadi lautan emosi. Sejumlah peserta terlihat menitikkan air mata.
Ada yang menangis dalam diam, ada pula yang saling berpelukan dengan rekan-rekannya.
Bagi mereka yang belum berhasil, kegagalan ini bukan sekadar hasil seleksi, melainkan tertundanya sebuah impian besar untuk mengabdi sebagai pengibar bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: Seleksi Paskibraka Tapin 2026 Tuntas, 47 Peserta Masuk Karantina
Salah satu peserta putri mengaku sedih karena harus mengubur sementara keinginannya mengenakan seragam putih-putih kebanggaan.
“Sedih pasti,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca sambil dihibur kepala sekolahnya.
Di sisi lain, peserta yang lolos seleksi tampak bersyukur, meski tetap menunjukkan empati kepada rekan-rekannya yang belum berhasil.
Panitia seleksi menegaskan bahwa seluruh proses telah dilakukan secara objektif dan transparan, guna menjaring putra-putri terbaik daerah.
Ke-47 calon Paskibraka yang lolos nantinya akan menjalani karantina intensif sebagai persiapan mengemban tugas penting pada upacara peringatan 17 Agustus 2026 di Kabupaten Tapin.
Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik seleksi yang ketat, tersimpan cerita perjuangan, harapan, dan air mata generasi muda yang ingin mengabdi untuk bangsa.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)