Komunitas Guru Satkaara Berbagi Buka Ruang Penuh Empati Bersama Penyandang Disabilitas
Desi Triana Aswan April 12, 2026 12:50 AM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM – Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) terlibat dalam program sosial menyoroti pentingnya inklusi bagi teman-teman penyandang disabilitas.

Acara ini diprakarsai Satkaara Communications dalam program kepedulian sosial tahunan Satkaara Berbagi 2026 dengan mengusung tema “Berbagi Tanpa Batas”.

KGSB bersama dengan Satkaara Academy Community (SAC), mitra komunitas lain hingga mitra korporasi seperti PT IDX Solusi Teknologi Informasi (IDXSTI) dan Teppanku dari PT Patriosa Boga Grup turut menyukseskan program sosial ini.

Bertempat di Wisma Tuna Ganda Palsigunung, Cimanggis, Depok, Sabtu (11/4/2026) para pihak terkait bermain bersama para teman-teman penyandang disabilitas.

Mereka menebar semangat dan pengalaman yang bermakna dengan menghadirkan permainan-permainan yang seru.

Salah satu momen utama dalam kegiatan ini adalah sesi hand stamp painting, di mana teman-teman disabilitas bersama relawan menciptakan karya kolektif melalui cap tangan berwarna-warni sebagai simbol kebersamaan, keberanian, dan harapan.

Melalui cap tangan berwarna-warni di atas kanvas, setiap individu diajak untuk meninggalkan “jejak” yang merepresentasikan keberadaan, keberanian, dan keunikan mereka.

Tidak hanya menjadi aktivitas kreatif, kegiatan ini juga menciptakan ruang aman bagi teman-teman disabilitas untuk mengekspresikan diri secara bebas dan bermakna.

Anggota KGSB, Novi yang turut hadir menyebut sangat senang terlibat dalam program positif tersebut.

Baca juga: Angka Putus Sekolah Meningkat, 200 Guru Cari Solusi Lewat Webinar Konseling Psikososial Bersama KGSB

“Saya senang sekali dapat terlibat dalam kegiatan ini, dan memang program ini amat positif. Kita bukan hanya sekedar berbagi kebutuhan pokok semata, namun lebih dari itu,” jelasnya dalam rilis yang diterima TribunnewsSultra.com.

“Di sini kita juga berbagi kegembiraan dan kasih sayang yang tentunya ini menjadi kebutuhan psikologis para penghuni panti. Dalam kegiatan ini kita mencoba menghibur dan membersamai mereka lewat kegiatan games misalnya, inilah makna sesungguhnya dari berbagi tanpa batas,” jelas Novi.

Inisiator program Satkaara Berbagi, Ruth Andriani juga menyampaikan bahwa program ini menjadi tanda kebangkitan kepedulian terhadap para teman-teman penyandang disabilitas.

Di mana, baginya kehadiran setiap individu di muka bumi patut diapresiasi dan diberikan keleluasaan dalam berekspresi, dihargai dan dirayakan tanpa membeda-bedakan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi, tetapi tentang membangun koneksi yang setara dan bermakna,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, para mitra tidak hanya menyalurkan bantuan berupa sembako, peralatan elektronik, kebutuhan harian, serta dukungan uang tunai, tetapi juga hadir langsung untuk berbagi waktu dan menghibur para penghuni panti.

Namun, lebih dari sekadar bantuan material, kegiatan ini menekankan nilai kebersamaan sebagai inti utama. Hal ini tercermin dalam sesi hand stamp painting, di mana teman-teman disabilitas dan relawan bersama-sama meninggalkan jejak tangan sebagai simbol kehadiran, kesetaraan, dan harapan.

Kepala Wisma Tuna Ganda Palsigunung, Kristanti, mengapresiasi kehadiran Satkaara Berbagi bersama para mitra. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga perhatian dan kebersamaan yang sangat berarti.

“Sekitar 25 anak di wisma merupakan penyandang disabilitas ganda,sebagian telah berusia dewasa namun dengan perkembangan mental seperti anak-anak, dan banyak yang tidak lagi memiliki keluarga,” tuturnya.

Menurutnya, mereka tidak hanya membutuhkan perawatan, tetapi juga penerimaan dan kasih sayang, sehingga kegiatan seperti ini memberikan semangat baru, baik bagi anak-anak maupun para pendamping.

Direktur PT IDX Solusi Teknologi Informasi (IDXSTI), Asep Permata Suryana, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin.

“Terima kasih kepada para pengurus Wisma Tuna Ganda Palsigunung atas dedikasi luar biasa dalam merawat dan mendampingi saudara-saudara kita. Terima kasih juga kepada Satkaara yang telah menghadirkan momen ini. Kami diingatkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan harapan,” ujar Asep.(*)

(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.