TRIBUNNEWS.COM - Kekalahan memalukan secara tragis dirasakan AC Milan saat menjamu Udinese pada laga pekan ke-32 Liga Italia, Sabtu (11/4/2026) tadi malam.
AC Milan yang bermain sebagai tuan rumah secara mengejutkan dipermalukan Udinese dengan skor 0-3 di San Siro.
Keputusan Massimiliano Allegri selaku pelatih AC Milan, mengubah formasi dari 3-5-2 menjadi 4-3-3 harus dibayar mahal.
AC Milan tampil begitu buruk hingga harus menyerah dengan skor telak di kandang sendiri.
Di babak pertama, AC Milan bahkan sudah tertinggal dua gol dari Udinese.
Dua gol yang membuat posisi AC Milan tertinggal pada paruh pertama dicetak oleh Davide Bartesaghi (27'OG) dan Jurgen Ekkelenkamp (37').
Baca juga: Skenario Terburuk Arsenal Gagal Juara Liga Inggris, Manchester City Dalang Utamanya
Tertinggal dua gol di babak pertama, performa AC Milan justru kian memburuk di babak kedua.
Gol Arthur Atta pada menit ke-71, akhirnya membuat AC Milan kian terpuruk sekaligus tertinggal dengan skor 0-3 dari Udinese.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, skor 0-3 untuk kemenangan Udinese atas AC Milan tak berubah.
AC Milan selaku tuan rumah pun harus menanggungmalu di kandang sendiri, sementara Udinese pulang dengan poin penuh.
Hasil negatif melawan Udinese di kandang sendiri, jelas menjadi pukulan telak sekaligus alarm berbahaya bagi Rossoneri.
Bagaimana tidak, ini menjadi kekalahan ketiga bagi AC Milan dalam empat laga terakhirnya di kompetisi Liga Italia.
Sebelum kalah telak di tangan Udinese, AC Milan sudah kalah terlebih dahulu saat bertandang ke markas Lazio dan Napoli.
Tiga kekalahan dalam empat laga terakhir tentu menjadi tanda bahwa performa AC Milan akhir musim ini cukup mengkhawatirkan.
Awalnya, mulai anjloknya performa AC Milan, mengancam peluang Rossoneri untuk bersaing di jalur juara Liga Italia.
Hanya saja, kini rentetan kekalahan yang diderita AC Milan, juga membuat peluang mereka lolos ke Liga Champions menjadi terancam.
Kekalahan terbaru dari Udinese kini membuat AC Milan tertahan di peringkat ketiga klasemen, dengan perolehan 63 poin dari 32 laga.
Jumlah poin tersebut secara tidak langsung membuat AC Milan sudah terlempar dari jalur perburuan gelar scudetto.
Jarak poin AC Milan dengan Inter Milan selaku pemuncak klasemen diketahui berselisih 9 poin di tangga klasemen.
Selisih angka tersebut berpotensi melebar menjadi 12 angka jika Inter Milan atas Como, Senin (13/4/2026) dinihari nanti.
Andai jarak poin AC Milan dan Inter Milan berubah menjadi 12 poin, peluang Rossoneri untuk menyegel scudetto jelas sudah tertutup.
Dengan menyisakan enam laga sisa, sulit rasanya untuk bisa mengejar ataupun menyalip jumlah poin Inter Milan di akhir musim.
Alih-alih bersaing di jalur scudetto, AC Milan kini juga terancam kehilangan tiket lolos ke Liga Champions musim depan.
Ketatnya persaingan memperebutkan posisi di zona empat besar alias Liga Champions, membuat berbagai kemungkinan bisa terjadi.
Termasuk kemungkinan AC Milan tersingkir secara mengejutkan di zona Liga Champions, pada akhir musim ini.
Jarak poin AC Milan dengan Como selaku peringkat empat alias batas aman terakhir zona Liga Champions, hanya lima angka.
Sementara, selisih poin antara AC Milan dengan Juventus di posisi kelima, berjarak enam poin.
Dengan menyisakan tujuh laga lagi, baik Como dan Juventus masih punya kesempatan untuk menikung AC Milan.
Seandainya jumlah poin AC Milan mampu disalip Como dan Juventus, atau bahkan AS Roma yang menghuni peringkat 6 dengan 57 poin.
Maka, harapan AC Milan untuk mengamankan satu tiket Liga Champions musim depan terancam ambyar di akhir musim ini.
Hal itu tentu tidak ingin dirasakan oleh AC Milan yang sempat tampil konsisten di paruh pertama musim ini, hingga sempat dijagokan sebagai calon pemenang scudetto.




















(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)