TRIBUNNEWS.COM - Kemenangan telak yang diraih Barcelona saat membungkam perlawanan Espanyol dalam laga lanjutan Liga Spanyol, Sabtu (11/4/2026) menyisakan berbagai cerita.
Tepat dalam laga bertajuk pekan ke-31 Liga Spanyol, laga Barcelona vs Espanyol berlangsung di Camp Nou.
Barcelona selaku tuan rumah menyudahi perjuangan Espanyol dengan skor telak 4-1 di depan pendukungnya sendiri.
Brace gol Ferran Torres (9', 25') mengonversikan dua assist dari Lamine Yamal membuat Barcelona memimpin 2-0 di babak pertama.
Espanyol sempat memperkecil kedudukan lewat gol balasan yang dicetak oleh Pol Lozano pada menit ke-56.
Baca juga: AC Milan Hancur Lebur: Scudetto Melayang, Tiket Liga Champions Belum Jaminan Aman
Hanya saja, Barcelona mendadak tampil menggila di akhir babak kedua, dengan menceploskan dua gol ke gawang Espanyol.
Gol yang dicetak Lamine Yamal (87') yang dilengkapi gol Marcus Rashford (89') menyegel kemenangan Barcelona atas tamunya.
Barcelona pun akhirnya berhak mendapatkan tiga poin dari laga ini, sementar Espanyol pulang tanpa poin dari Camp Nou.
Berbagai sorotan menarik pun mewarnai kemenangan telak Barcelona atas Espanyol dalam laga ini.
Pertama, Lamine Yamal jelas layak diacungi jempol performanya.
Setelah tampil elit melawan Atletico Madrid, namun berujung dengan kekalahan Barcelona di leg pertama babak 8 besar Liga Champions.
Pemain yang mewarisi nomor punggung Lionel Messi itu kembali menunjukkan aksi berkelasnya melawan Espanyol.
Catatan dua assist dan satu gol menjadi bukti elit kualitas Lamine Yamal, yang membuatnya layak dianggap pemain terbaik laga ini.
Bagi Lamine Yamal, laga melawan Espanyol menjadi saksi sejarah bagi dirinya, menciptakan rekor baru di kompetisi Liga Spanyol.
Dilansir Opta, pemain asal Spanyol itu kini berhak menyandang predikat sebagai pemain muda tercepat yang mencapai 100 caps alias pertandingan di kompetisi sepak bola Negeri Matador.
Lamine Yamal mampu mencetak rekor bersejarah tersebut, tepat pada usianya yang masih 18 tahun 272 hari.
Catatan 100 penampilan di Liga Spanyol, dikala usia Lamine Yamal belum genap 19 tahun, jelas menjadi rekor yang sulit dipecahkan.
Lalu, sorotan kedua menyoal efek domino kemenangan atas Espanyol.
Kemenangan telak atas Espanyol otomatis membuat Barcelona berhak mendapatkan tambahan tiga poin di pekan ke-31.
Tambahan tiga poin ini jelas menjadi booster bagi Barcelona di jalur perebutan gelar juara Liga Spanyol musim ini.
Kini, Barcelona kian menjauh dari kejaran para rivalnya, dengan mengokohkan dirinya sebagai pemuncak klasemen.
Dengan raihan 79 poin dari 31 laga, Barcelona mampu memperlebar jarak poin dengan Real Madrid selaku runner-up menjadi 9 angka.
Kegagalan Real Madrid meraih poin penuh dalam dua laga terakhir di Liga Spanyol, lantaran dipecundangi Real Mallorca (2-1) lalu ditahan imbang Girona (1-1), seakan membuat langkah Barcelona di jalur juara kian terasa mulus.
Dengan menyisakan tujuh laga lagi, Barcelona tampaknya sudah mulai mencium aroma gelar juara, setelah unggul 9 angka dari Real Madrid.
Sebaliknya, Real Madrid kian tertinggal posisinya dari Barcelona, akibat rentetan hasil negatif yang mereka torehkan.
Fakta bahwa Real Madrid dan Barcelona masih bertemu sekali dalam laga El Clasico jilid dua musim ini yang akan digelar di pekan ke-35, tentu akan menjadi momen vital bagi keduanya.
Barcelona yang kini masih betah menjadi pemuncak klasemen, berpeluang menyegel gelar juara tepat sebelum atau saat laga El Clasico tersebut digelar.
Sementara, Real Madrid terancam harus menyerahkan gelar Liga Spanyol kepada rival abadinya, tepat sebelum atau setelah laga tersebut berlangsung di Camp Nou mendatang.
Andai kembali gagal memenangkan gelar Liga Spanyol, Real Madrid terancam puasa gelar dalam dua musim berturut-turut.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)