BANGKAPOS.COM - Kementerian Keuangan akan mempercepat penerimaan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk lulusan SMA/sederajat.
Bakal ada 380 lowongan untuk tenaga teknis lapangan memperkuat pengawasan di jajaran Bea Cukai.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan percepatan rekrutmen pegawai Bea Cukai untuk lulusan SMA sederajat ini
sebagai respons tingginya minat pelamar sekaligus kebutuhan tenaga operasional di lapangan yang dinilai semakin mendesak.
Baca juga: 160 Ribu Formasi ASN 2026 Sudah di Kantong Kemen PANRB, Kapan Tes CPNS Dibuka?
Purbaya menegaskan bahwa proses rekrutmen yang sebelumnya berjalan lambat kini didorong untuk segera direalisasikan.
Ia bahkan mengisyaratkan pembukaan lowongan tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Kita percepat deh (rekrutmen),” kata Purbaya usai menghadiri acara sidang “debottlenecking” di Jakarta, Kamis (9/4/2026), dikutip dari Antara.
Baca juga: CPNS 2026 Bakal Dibuka, Pemkab Babar Usulkan 110 Formasi, Didominasi Guru
Saat ditanya mengenai waktu pelaksanaan, ia menyebut kemungkinan rekrutmen akan dibuka pada bulan ini, meski masih perlu memastikan kembali jadwal finalnya.
“Sepertinya bulan ini,” ujarnya.
Meski demikian, Purbaya mengakui bahwa rencana rekrutmen tersebut sebenarnya telah lama bergulir.
Namun hingga kini belum juga dieksekusi, sehingga ia meminta agar prosesnya segera dipercepat.
“Nanti saya cek lagi dengan itu. Udah lama itu wacananya, cuma saya tanya kok tidak di eksekusi-eksekusi,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa skema rekrutmen ini tidak sepenuhnya sama dengan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) umumnya.
Formasi yang dibuka akan difokuskan untuk mengisi kebutuhan tenaga teknis di lapangan, bukan posisi struktural.
“Ini (rekrutmen) Bea Cukai tapi yang didesain untuk yang di lapangan. Kalau yang itu (CPNS) kan jadi bos yang S1 kan jadi bos, naik-naik jadi bos. Nanti di lapangannya kita tidak ada, jadi kita membentuk pasukan di lapangan. Jadi lulusannya SMA,” tuturnya.
Menurut Purbaya, kebutuhan tenaga lapangan menjadi sangat penting untuk mendukung operasional DJBC.
Selama ini, jumlah petugas di level teknis dinilai masih terbatas, sehingga berdampak pada efektivitas pengawasan dan pelayanan di sektor kepabeanan.
Rekrutmen ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk memperkuat lini operasional, terutama dalam menghadapi dinamika arus barang dan perdagangan yang terus meningkat.
Dengan tambahan tenaga teknis, kinerja pengawasan di lapangan diharapkan menjadi lebih optimal.
Sebelumnya, Purbaya sempat mengungkap rencana pembukaan sekitar 380 lowongan kerja di DJBC yang ditujukan bagi lulusan SMA/sederajat.
“Kalau di (Kementerian) Keuangan kita enggak lama seperti saya bilang dulu kan buka di Bea Cukai (untuk) 380 lulusan SMA. Udah berapa bulan ini enggak jadi-jadi. Saya bilang, eksekusi aja karena saya perlu orang juga yang level pekerjanya betul-betul di level teknis di lapangan. Mungkin bulan depan dibuka,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/4/2026), dikutip dari Antara.
Menurut Purbaya, kebutuhan di Bea dan Cukai tidak hanya terbatas pada tenaga administratif, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang siap bekerja langsung di lapangan.
Peran tersebut meliputi:
Kondisi arus perdagangan yang terus meningkat membuat kehadiran petugas lapangan menjadi semakin penting.
Langkah ini diharapkan mampu:
Dengan percepatan ini, publik diimbau untuk mulai mempersiapkan diri, termasuk melengkapi dokumen dan mengikuti perkembangan informasi resmi agar tidak tertinggal dalam proses seleksi.
Seleksi CPNS 2026
Sementara itu penerimaan CPNS 2026 terpusat hingga kini belum ada kepastian kapan akan dibuka.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah mengantongi data sebanyak 160 ribu formasi CPNS 2026.
Data formasi CPNS tersebut didapat dari seluruh instansi pusat hingga daerah.
Pemerintah melalui Kemen PANRB berencana membuka penerimaan CPNS pada tahun ini.
Namun belum dipastikan jadwal rekrutmen CPNS 2026.
"Kami sudah ada datanya, sekitar 160 ribu, begitu ya," kata Menteri PANRB, Rini Widyantini melansir Antara, Rabu (8/4/2026).
Rini mengatalan pihaknya sudah mengajukan kebutuhan anggaran kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menunjang pelaksanaan tes CPNS 2026.
Namun Rini belum bisa mengumumkan kapan tepatnya seleksi CPNS 2026 dimulai.
Sebelum mengumumkan pelaksanaan seleksi CPNS, Kemenpan-RB terlebih dahulu perlu meminta jumlah formasi beserta kompetensi CPNS yang dibutuhkan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah.
"Saya enggak bisa mengarang kan. Saya enggak bisa mengarang kompetensi apa yang dibutuhkan oleh instansi," ujar Rini.
Kemen PANRB telah menginstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk segera mengajukan usulan kebutuhan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Tahun Anggaran 2026.
Proses pengusulan ini dilakukan secara digital melalui aplikasi e-formasi.
Prioritas utama pengadaan tahun ini difokuskan pada penguatan program stategis nasional dan peningkatan kualitas pelayanan dasar di masyarakat.
Dalam surat edaran Kemen PANRB, batas akhir pengajuan usulan formasi melalui sistem e-formasi pada 31 Maret 2026.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kebijakan pembukaan rekrutmen ASN berada di bawah kewenangan Kementerian PANRB.
“CPNS ada di MenpanRB. Anggaran harusnya ada,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Selasa (7/4/2026).
Ia juga memastikan bahwa dari sisi anggaran, pemerintah memiliki kapasitas untuk mendukung belanja pegawai, termasuk jika rekrutmen CPNS kembali dibuka tahun ini.
Purbaya mengakui bahwa proses rekrutmen sebelumnya memakan waktu cukup lama. Oleh karena itu, pemerintah kini mendorong percepatan seleksi agar kebutuhan tenaga operasional dapat segera terpenuhi.
Tips Persiapan Menghadapi Tes CPNS
Sebelum seleksi CPNS dibuka, ada baiknya calon pelamar mempersiapkan diri belajar mulai dari sekarang.
Apa saja yang mesti dipelajari untuk ikut seleksi CPNS?
Melansir fahum.umsu.ac.id, berikut ini panduan lengkap dan tips efektif agar kamu lolos seleksi CPNS 2026, mulai dari persiapan materi, latihan soal, hingga pengelolaan waktu ujian.
Pahami Struktur dan Tahapan Seleksi CPNS 2026
Sebelum memulai persiapan, kamu perlu memahami dulu alur seleksi CPNS 2026. Umumnya, tahapan seleksi terdiri dari:
Tes lanjutan sesuai bidang atau instansi yang dilamar, termasuk wawancara dan ujian keterampilan tertentu.
Dengan memahami tahapan ini, kamu bisa menyiapkan strategi belajar yang lebih fokus dan tidak kehilangan arah.
Fokus pada Materi yang Paling Sering Keluar
Agar bisa bersaing, kamu harus menguasai materi-materi inti SKD dan SKB. Berdasarkan pengalaman seleksi tahun-tahun sebelumnya, beberapa materi yang sering muncul antara lain:
Gunakan waktu belajar secara efektif dengan membuat jadwal harian. Misalnya, dua jam setiap malam untuk latihan soal dan satu jam untuk review kesalahan. Cara ini membuat kamu terbiasa dengan pola soal CPNS yang sebenarnya.
Atur Waktu Belajar dan Istirahat dengan Disiplin
Persiapan CPNS bukan hanya tentang belajar keras, tapi juga tentang mengatur waktu secara cerdas.
Buat jadwal belajar mingguan yang seimbang antara materi, latihan, dan istirahat. Misalnya:
Dengan disiplin waktu yang konsisten, kamu bisa menghindari stres berlebihan dan menjaga konsentrasi menjelang ujian.
Manfaatkan Tryout Online dan Simulasi CAT
Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan peluang lolos adalah mengikuti tryout online CPNS.
Saat ini banyak platform menyediakan simulasi CAT (Computer Assisted Test) yang menyerupai ujian resmi.
Dengan mengikuti tryout secara rutin, kamu bisa:
(Bangkapos.com/Kompas.com)