WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memastikan kesiapan dalam mendukung rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Hal ini menyusul masuknya Karawang dalam daftar nominatif daerah dengan volume sampah tinggi.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menyebutkan, produksi sampah di daerahnya telah mencapai 1.200 ton lebih per hari. Sehingga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah pusat dalam penentuan lokasi proyek pembangkit listrik dari sampah.
“Karawang sudah masuk nominatif karena produksi sampahnya per hari lebih dari 1.200 ton. Kami menyambut dan mendukung tapi masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat,” ujar Aep, pada Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 18 bulan hingga dua tahun.
Baca juga: Iluni FIB UI periode 2025-2028 Resmi Dilantik, Siapkan Ekosistem hingga Festival Budaya
Demikian pula Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang yang diproyeksikan menjadi salah satu lokasi utama harus dibangun lagi dengan waktu cukup lama.
Sebelumnya, kata Aep, Karawang sempat diwacanakan bergabung dengan pengelolaan sampah regional bersama Bandung. Namun, rencana tersebut dinilai kurang efektif karena faktor jarak.
“Kalau ke Bandung jaraknya sekitar 60 kilometer, tidak mungkin Karawang membuang sampah ke sana. Maka kita dorong agar pengelolaan dilakukan di wilayah sendiri,” kata Aep lebih lanjut.
Dari sisi kesiapan, kata Aep, Pemkab Karawang telah menuntaskan sejumlah infrastruktur pendukung di kawasan Jalupang, termasuk pembangunan jalan dan jembatan.
“Jembatan sudah selesai, jalan juga sudah. Tinggal pematangan lahan di lokasi. Jadi ketika pelaksana masuk, semuanya sudah siap,” paparnya.
Selain itu, lanjut Aep, Pemkab Karawang juga akan melakukan pelebaran akses jalan menuju kawasan Jalupang pada tahun ini. Hal itu dilakuan untuk mendukung kelancaran mobilitas proyek.
“Pelebaran jalan menuju Jalupang akan dilakukan tahun ini, karena memang saat ini kondisinya masih sempit,” tambahnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkab Karawang optimistis proyek pengolahan sampah dapat segera direalisasikan dan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di daerah.
“Semua telah disiapkan. Mudah-mudahan bisa segera berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Aep. (MAZ)