TRIBUNBANYUMAS.COM - Pertandingan Persik Kudus kontra PSIS Semarang di pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/2026, Sabtu (11/4/2026), bisa jadi yang terpanjang.
Pertandingan yang berakhir imbang 3-3 itu menghabiskan waktu 90+38 menit.
Tambahan waktu di babak kedua yang mencapai hampir setengah pertandingan menunjukkan betapa alotnya laga.
Laga Persiku vs PSIS Semarang berlangsung di Stadion Wergu Wetan Kudus.
Apa yang menjadi penyebab pertandingan ini berjalan lama?
Pertandingan Persiku vs PSIS berlangsung ketat sejak menit awal.
Tim tamu sempat unggul 0-2 di babak pertama lewat sundulan Beto Goncalves di menit 24 dan tendangan bebas Rafinha di menit 45+7.
Memasuki babak kedua, pemain Persiku terus berupaya mengejar ketertinggalan.
Usaha mereka pun membuahkan hasil.
Tendangan pinalti Igor Henrique di menit ke-57 membuat Persiku mempersempit ketertinggalan.
Baca juga: Hujan Gol dan Drama VAR di Wergu Wetan, PSIS Semarang Gagal Pertahankan Kemenangan, Berakhir 3-3
Hingga akhirnya, di menit 76, Caique Souza berhasil menyamakan kedudukan 2-2 lewat tendangan bebas.
Di menit akhirlah drama perpanjangan waktu lebih dari setengah jam terjadi.
Hal ini terjadi saat wasit memberi hadiah penalti kepada Persiku setelah pemain PSIS melakukan hands ball.
Wasit mengecek video assistant referee (VAR) untuk memperkuat keputusannya.
Tendangan dari titik putih kemudian dieksekusi Igor Henrique.
Sayang, bola yang dilesakkan ke gawang PSIS berhasil ditepis Raka Okta.
Namun, tiba-tiba, wasit membatalkan pinalti tersebut dan meminta pengulangan.
Menurutnya, kiper PSIS Raka Okta bergerak maju lebih dulu sebelum bola pinalti ditendang.
Wasit meminta tendangan pinalti diulang.
Keputusan inilah yang memicu protes berlarut-larut.
Namun, perdebatan panjang tersebut berakhir dengan keputusan wasit kembali mengulang pinalti.
Igor yang mendapat kesempatan kedua di menit 90+29 berhasil membuat Macan Muria unggul 3-2.
Hanya saja, ini bukan akhir pertandingan.
Wasit masih melanjutkan pertandingan hingga Mahesa Jenar mendapat peluang tendangan bebas.
Tendangan bebas Rafinha dari depan gawang berhasil melewati benteng pertahanan Persiku, langsung masuk ke pojok gawang lawan.
PSIS berhasil menyamakan kedudukan 3-3 di menit 90+38.
Hasil pertandingan ini mematahkan dominasi Persiku atas PSIS.
Sebelumnya, di dua kali pertemuan, PSIS selalu kalah.
Di putaran pertama Championship 2025/2026, PSIS dipermalukan 0-4 di hadapan pendukung.
Sementara, di putaran kedua, PSIS harus mengakui kalah 3-0.
Hasil pertandingan di putaran ketiga ini juga menjadi bukti kebangkitan PSIS Semarang.
Sejak memasuki putaran ketiga, mereka terus berbenah.
Kendati gagal pulang membawa tiga poin, raihan 1 angka di laga kontra Persiku membuat peluang PSIS menjauhi posisi play-off degradasi makin terbuka.
PSIS yang mengantongi 20 poin terpaut tiga angka dengan Persiba Balikpapan yang berada di peringkat 9 dengan 17 angka.
Terkait hasil pertandingan saat laga kontra Persiku, Pelatih PSIS Semarang Andri Ramawi enggan tidak mengomentari keputusan wasit.
Baca juga: Pelatih Persiku Sesali Kegagalan 3 Poin Lawan PSIS di Wergu Wetan
Andri memilih memuji mental anak asuhnya dan memberikan hormat kepada mereka lantaran bertanding maksimal hingga menit akhir.
"Pertama, saya harus terima kasih dengan perjuangan semua pemain hari ini."
"Luar biasa, terlepas dari hilangnya tiga poin kita."
"Target kami di sini 3 poin tapi kami harus syukuri itu, sekali lagi terima kasih perjuangannya untuk semua pemain malam ini," kata Andri seusai laga.
Andri pun mengajak anak asuhnya segera menatap tiga laga sisa.
"Yang paling penting bagi kami setelah ini, harus fokus untuk mendapatkan poin lagi di sisa pertandingan. Itu yang paling penting," kata dia.
Pujian dan rasa bangga juga disampaikan pahlawan PSIS Rafael De Sa Rodrigues atau yang akrab dipanggil Rafinha.
Rafinha memuji kekompakan tim yang terus berjuang sampai menit akhir.
"Terima kasih pemain, pelatih, perjuangan tidak bisa berhenti tapi sampai terakhir harus berjuang," kata Rafinha. (Tribunbanyumas.com/Rifqi Gozali)