- Negosiasi damai antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung sejak Sabtu (11/4) gagal mencapai kesepakatan damai.
Berikut kami rangkumkan terkait negosiasi yang berlangsung di Pakistan tersebut:
1. Kesepakatan Damai Gagal Tercapai
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengklaim gagalnya tercapainya kesepakatan damai tersebut karena Iran tidak bersedia menerima sejumlah persyaratan utama yang diajukan Amerika Serikat.
Sementara pihak Iran mengatakan bahwa negosiasi tersebut gagal karena syarat yang diajukan Amerika Serikat tidak masuk akal.
2. Delegasi Amerika Serikat Pergi dari Pakistan
Vance mengatakan bahwa dirinya bersama delegasi Amerika Serikat langsung meninggalkan Pakistan setelah kesepakatan tak tercapai.
Wapres AS itu mengklaim bahwa mereka pergi dari Pakistan setelah melakukan diskusi dengan Iran selama 21 jam.
3. AS Klaim Akar Utama Perselisihan adalah Isu Nuklir
Menurut Vance akar utama perselisihan hingga mengakibatkan diskusi gagal mencapai kesepakatan damai, berpusat pada masalah fasilitas nuklir milik Iran.
Iran bersikeras tidak sedang berupaya memproduksi bom atom, sementara AS dan Israel telah membombardir sejumlah situs sensitif Iran, baik dalam perang yang meletus pada 28 Februari lalu maupun sepanjang tahun 2025.
JD Vance menegaskan langkah Iran untuk menghentikan pengembangan nuklir ini jadi kunci dari negosiasi yang ada di antara kedua negara.
4. AS Isyaratkan Beri Tawaran Terakhir ke Iran.
AS menyatakan telah memberikan tawaran terakhir ke Iran terkait kesepakatan damai tersebut.
JD Vance menegaskan bahwa pihaknya masih akan mengajukan "tawaran terakhir dan terbaik" sebelum meninggalkan lokasi pembicaraan di Pakistan.
Melansir dari AFP, Vance mengisyaratkan pihaknya masih memberikan waktu bagi Teheran untuk mempertimbangkan tawaran terakhir tersebut.