Pengabdian Panjang di Titik Terakhir: Mundur dari Sekretaris YJI Kaltim setelah 24 Tahun Menjabat
Sumarsono April 12, 2026 02:07 PM

Oleh: Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps., Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kalimantan Timur

TRIBUNKALTIM.CO - Tidak terasa hingga saat ini, pengabdian saya di organisasi nirlaba Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Timur sudah lebih dari 20 tahun, tepatnya 24 tahun.

Dimulai pada tahun 2002. Begitu bergabung, saya diberikan amanah sebagai Sekretaris. Dahulu sebutan YJI tingkat provinsi bukan YJI Cabang, tapi YJI Cabang Utama.

Membedakan dengan YJI tingkat kabupaten/kota. Sekarang perbedaan tersebut ditiadakan.

Organisasi YJI tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sebutannya sama, yaitu YJI Cabang.

Sebagai organisasi yang mengusung visi “Pelopor Gaya Hidup Sehat”, maka setidaknya ada 5 (lima) hal yang menjadi fokus kegiatan YJI, yaitu:

(1) Promosi dan Prevensi - Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui panca usaha jantung sehat;

(2) Pelayanan kuratif dan Rehabilitatif - Menyediakan bantuan medis dan rehabilitasi bagi penderita penyakit jantung bawaan;

(3) Penyedia data - Menjadi pusat data dan informasi kesehatan jantung yang terpercaya;

(4) Tata Kelola - Menjalankan organisasi dengan tata kelola yang baik dan terbuka/transparan;

(5) Kemitraan - Membangun kerjasama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan .

Ketemu ANisa
KETEMU KETUA UMUM YJI - Jauhar Efendi semasa menjabat Sekretaris Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Timur bertemu dengan Ketua Umum YJI Pusat Anisa Yudhoyono

Baca juga: YJI Kaltim Sasar Generasi Milenial untuk Jadi Kader Peduli Kesehatan Jantung

Tujuan Pembentukan YJI

Adapun tujuan dibentuknya YJI adalah:

(1) Turut menciptakan SDM yang berkualitas, sehat, sejahtera dan bebas penyakit jantung serta pembuluh darah;

(2) Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menjaga kesehatan dirinya melalui penyuluhan tentang penyakit jantung dan pembuluh darah serta upaya pencegahannya;

(3) Memberi bantuan operasi pada penderita kelainan/penyakit jantung yang tidak mampu.

Saat itu yang menjadi Ketua YJI adalah Ibu Aji Djuwita Kirana Abdul Rachim.

Walaupun masa jabatan Ketua hanya 5 tahun, tapi Bu Djuwita menjabat sebagai Ketua cukup lama, yaitu selama 16 tahun. Mulai Tahun 1987-2003.

Bu Djuwita merupakan Ketua YJI Cabang Utama Kaltim, yang kedua.

Sejarah terbentuknya Kepengurusan YJI Cabang Utama Kaltim itu sama tuanya dengan sejarah terbentuknya Pengurus YJI Pusat, yaitu pada tahun 1981.

Saat itu baru terbentuk sembilan kepengurusan YJI Cabang Utama.

Berdiri pada tanggal 1 November 1981. Ketua yang pertama almarhumah Ny. Syarifuddin Yoes (istri Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Balikpapan). Almarhumah menjabat selama 6 tahun.  

Mulai tahun 1981-1987. Kedudukan Kepengurusan YJI Cabang Utama Kaltim saat itu berada di Kota Balikpapan.

Saya bertugas sebagai Sekretaris   dua tahun menjelang berakhirnya kepemimpinan Bu Djuwita - yang akrab dipanggil  Bu Aung, yaitu merujuk pada nama panggilan suami Abdul Rachim.

Dalam Bahasa tutur Kutai, Abdul Rachim, dipanggil “Aung”. Fahmi, dipanggil “Omok”. Anwar, dipanggil “Nueng”. Chodijah, dipanggil “Dijok”.

Ini contoh yang saya ketahui. Saya yakin masih banyak lagi sebutan atau panggilan yang lain.

Tahun 2004, kepengurusan YJI Cabang Utama Kaltim berubah. Terpilih sebagai Ketua, Pak Yurnalis Ngayoh, yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Kaltim, mendampingi Pak Suwarna AF, sebagai Gubernur.

Namun saya masih didaulat mendampingi Pak Yurnalis Ngayoh sebagai SekretarisYJI Cabang Utama Kaltim.

Tahun 2009, tampuk kepemimpinan Ketua dan kepengurusan YJI Cabang Utama Kaltim berubah.

Terpilih sebagai Ketua, Dr. Irianto Lambrie, yang sehari-hari bertugas sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Masa kepemimpinan beliau selama satu periode, yaitu Tahun 2009-2014. Selama 5 tahun itu pula, saya lagi-lagi mendampingi Pak Irianto sebagai Sebagai Sekretaris YJI Cabang Kaltim.

Tahun 2013-2015, beliau dapat amanat menjadi Penjabat Gubernur Kalimantan Utara, dan Tahun 2016-2021 terpilih menjadi Gubernur Kalimantan Utara, berpasangan dengan Udin Hianggio sebagai Wakil Gubernur.

Pada masa kepemimpinan Pak Irianto Lambrie, YJI Cabang Kaltim menorehkan prestasi yang membanggakan, yaitu mendapatkan penghargaan dari Ketua YJI Pusat, sebagai organisasi YJI yang paling tertib di seluruh cabang di Indonesia.

Mendapat piagam penghargaan dan piala, yang sempat dipajang selama beberapa bulan di depan Ruang Kerja Sekda Provinsi Kaimantan Timur.

Ketua YJI Cabang Kaltim periode selanjutnya pasca Pak Irianto Lambrie, terpilih Bapak Zainuddin Fanani, yang sehari-hari menjabat sebagai Direktur Utama Bankaltimtara.

Baca juga: Meriah! Ratusan Warga Ikuti Senam Jantung Sehat HUT ke-44 YJI Kaltim

Beliau menjabat dua (2) periode, yaitu Tahun 2014-2019. Lanjut periode Tahun 2019-2024. Namun ada perpanjangan, hingga Tahun 2025.

Sekali lagi selama dua periode lebih kepemimpinan beliau, saya tetap didaulat menjadi Sekretaris mendampingi beliau.

Setiap saya mau undur diri sebagai Sekretaris, saya selalu “digondeli” (Bahasa Jawa) atau dipertahankan, terutama kaum ibu.

Saya katakan, “sebagai Sekretaris saya tidak bisa aktif dan selalu standby, karena banyak kegiatan lain yang harus saya tangani”.

Kawan-kawan selalu menjawab, “gak apa-apa, tidak bisa terlalu aktif, yang penting bisa mengarahkan kami”.

Nah pada saat pembentukan Tim Formatur untuk penyusunan kepengurusan YJI Kaltim, masa bakti 2025-2030, dari awal  secara lisan saya sudah menyampaikan keinginan untuk tidak aktif lagi di kepengurusan kepada Ketua Tim Formatur, Bapak Zainuddin Fanani, maupun kepada Ketua terpilih, Ibu Wahyu Hernaningsih Seno Aji.

Saya merasa sudah jenuh, lelah karena cukup lama pada posisi sebagai Sekretaris. Jika saya tidak mundur, akan membuat kaderisasi menjadi stagnan dan organisasi tidak sehat.

Namun karena masih masa transisi, saya mencoba bertahan dulu, sambil membantu penyusunan personil kepengurusan secara lengkap, lanjut membantu menyelesaikan surat menyurat dengan Pengurus YJI Pusat, hingga penerbitan SK dan lanjut pelantikan.

Sebelum saya menyampaikan surat pengunduran diri, saya sudah menyampaikan ke Ibu Ketua terkait dengan kesibukan saya di luar tugas sehari-hari sebagai Widyaiswara Ahli Utama.

Alhamdulillah beliau bisa memahami apa yang saya sampaikan. Tanggal 8 April saya membuat surat tertulis di atas materai Rp. 10.000, perihal permohonan surat pengunduran diri saya sebagai Sekretaris Yayasan Jantung Cabang Kaltim, Masa Bakti 2025 - 2030, setelah 24 tahun diberikan amanah sebagai Sekretaris.

Saya memohon maaf kepada sahabat, kolega dan semua pihak yang telah membantu tugas-tugas saya sebagai Sekretaris YJI Cabang Kaltim.

Moga pengabdian saya yang kecil ini memberikan manfaat kepada semua. Aamiin.

Sebagai mitra Pemerintah Provinsi, khususnya di bidang pencegahan penyakit jantung, Organisasi YJI ini telah berkembang di 9 Kabupaten/Kota, kecuali Kabupaten Mahakam Ulu.

Baca juga: Pesan Annisa Pohan Yudhoyono pada HUT ke-48 KJS: Banyak Usia Muda Terkena Penyakit Jantung

Saat ini di seluruh Kaltim telah terbentuk Klub Jantung Sehat (KJS). Jumlahnya sudah ratusan klub, dengan jumlah anggota ribuan orang.

Selain itu, juga telah dibentuk Klub Jantung Remaja (KJR) sebanyak puluhan klub, dengan jumlah  anggota ratusan orang.

Sekedar informasi saja, selama jangka waktu 7 tahun, yaitu kurun waktu 2007-2014, Pengurus YJI Kaltim secara aktif mengirimkan pasien kelainan jantung bawaan bagi warga yang berusia muda dan tidak mampu ke Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta sebanyak 111 orang.

Biaya operasi per orang sebesar Rp. 150.000.000,00. Jadi total biaya operasi sebanyak 16.650.000.000. Biaya tersebut semua ditanggung oleh YJI Pusat.

Selain itu, YJI Cabang Kaltim juga menyelenggarakan berbagai latihan, seperti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), pelatihan Senam Jantung Sehat (SJS) berbagai seri dan mengirim peserta perlombaan di tingkat nasional serta meraih berbagai kejuaraan pada lomba tingkat nasional.

YJI Cabang Kaltim juga tidak pernah absen mengikuti jambore nasional (JAMNAS). Selain itu, YJI Kaltim juga beberapa kali menyelenggarakan Jambore Daerah (JAMDA), yaitu di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, di Kota Bontang dan di Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara.

Demikian sekelumit kisah dan kiprah saya selaku Sekretaris YJI Cabang Kaltim serta sejarah singkat perjalanan YJI Kaltim. Moga bisa memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya. (*)

*) Mantan Camat Babulu dan Penajam/ Mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Kaltim, dan Mantan Pjs. Bupati Kutai Timur.  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.