TRIBUNKALTIM.CO - Bassist Band GIGI, Thomas Ramdhan, secara tiba-tiba mengisyaratkan akan mengakhiri kebersamaannya dengan band yang telah membesarkan namanya selama puluhan tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Thomas Ramdhan melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 12 April 2026.
Dalam unggahan itu, ia tidak hanya menyampaikan rencana untuk hengkang, tetapi juga meluapkan emosi melalui kalimat yang mengarah pada dugaan konflik personal.
“Andai km temen baik jangan menusuk dari belakang.
Buktikan kl km temen sejati,paham ???
In Syaa Allah kemungkinan tgl 25 April 2026 hari terakhir sy bareng @gigibandofficial
Sy percaya untuk rejeki ada yg ngatur.
Aamiin Yaa Robballamin,” ungkap Thomas.
Baca juga: Sejarah 22 Maret: Awal Mula Berdirinya Grup Band GIGI
Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik karena dinilai menyiratkan adanya masalah internal di dalam tubuh band.
Istilah “menusuk dari belakang” sendiri kerap digunakan untuk menggambarkan pengkhianatan dari orang terdekat, yang dalam konteks ini memunculkan spekulasi adanya konflik antarindividu.
Tidak berhenti di situ, Thomas Ramdhan juga mengunggah tulisan bernada satire—yakni gaya bahasa sindiran yang menyampaikan kritik secara tidak langsung namun tajam.
Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan kalimat yang memperlihatkan emosi.
“Kl baji**** tetep aja baji****, mau dibungkus adab sok baik sekalipun!!,” tulisnya.
Ungkapan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya persoalan serius yang tengah dihadapi Thomas.
Publik pun dibuat terkejut dengan cara penyampaian yang terkesan blak-blakan dan emosional.
Reaksi datang dari berbagai kalangan, termasuk sesama artis. Andre Taulany turut memberikan komentar di unggahan tersebut.
“Sabar kang sabar ... yuk ke lapor pak yuk,” tulis Andre.
Komentar tersebut menambah ramai diskusi di kolom komentar, sekaligus menunjukkan bahwa kabar ini tidak hanya menjadi perhatian penggemar, tetapi juga rekan sesama musisi dan publik figur.
Di tengah ramainya perbincangan mengenai pernyataan Thomas, vokalis GIGI, Armand Maulana, belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.
Namun, publik menyoroti unggahan terbaru Armand di media sosial yang memperlihatkan momen kebersamaan band saat tampil di atas panggung.
Dalam unggahan tersebut, Armand terlihat menikmati suasana manggung bersama personel lainnya, termasuk Thomas.
“Ajrut ajrutan kemarin.. #armandmaulana #GIGIbandofficial,” tulis Armand.
Unggahan ini justru memicu lebih banyak pertanyaan dari netizen. Sejumlah komentar bermunculan, menunjukkan rasa penasaran terhadap kondisi sebenarnya di balik layar.
“Hmmm ada apa ini...tiba tiba ada yg pamit,”
“AA samoth kenapa kang Armand?”
“Lagi kenapa ahh .meuni teu rame pamit pamitan segalaa,”
Hingga kabar ini mencuat, belum ada klarifikasi resmi dari pihak manajemen maupun anggota band lainnya terkait isu yang berkembang.
Di balik kabar mengejutkan ini, sosok Thomas Ramdhan memiliki perjalanan panjang dalam dunia musik Indonesia.
Dikutip dari laman GIGI-band, ia lahir di Bandung pada 5 Maret 1967 sebagai anak bungsu dari sembilan bersaudara.
Sejak kecil, kehidupannya sudah diwarnai dengan cerita unik. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Thomas baru mengetahui bahwa orang yang selama ini mengasuhnya bukan orang tua kandung, melainkan kakak pertama dan suaminya.
Dari pasangan inilah ia mulai mengenal dunia musik.
Lingkungan tersebut menjadi fondasi awal ketertarikannya terhadap musik. Bahkan sejak kecil, Thomas sudah terbiasa melihat orang di sekitarnya bermain musik sambil berjuang mencari nafkah.
Ketertarikan itu berkembang pesat. Saat masih duduk di kelas 4 SD, ia sudah mulai memainkan lagu-lagu dari band legendaris seperti Deep Purple dan The Rolling Stones.
Ia juga rajin menonton penampilan band di GOR Saparua Bandung, yang semakin memperkuat mimpinya untuk tampil di atas panggung.
Perjuangan dan Dedikasi di Dunia Musik
Memasuki masa SMP hingga SMA, Thomas semakin serius menekuni musik. Ia bahkan sempat menghentikan sekolahnya karena aktivitas bermusik yang membawanya hingga ke Bali.
Dedikasi terhadap musik membuatnya rela menjalani rutinitas berat, termasuk bermain di kafe di Bandung pada akhir pekan dan langsung berangkat sekolah di Majalaya pada pagi hari.
Keseriusannya juga terlihat saat ia menggunakan uang yang diberikan ibunya untuk biaya kuliah justru untuk membeli gitar bass.
Ketertarikan terhadap bass muncul setelah mendengar lagu “Jump” dari Van Halen.
Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam kariernya. Ia kemudian aktif sebagai session player—yakni musisi yang bermain untuk rekaman atau penampilan artis lain—bersama berbagai nama besar seperti Anggun, Anang, hingga Sophia Latjuba.
Lahirnya GIGI dan Karier Bersama Band
Perjalanan Thomas semakin berkembang ketika ia bertemu dengan sejumlah musisi yang kemudian membentuk band.
Bersama Dewa Budjana dan Armand Maulana, ia menjadi bagian dari formasi awal GIGI yang resmi berdiri pada 22 Maret 1994.
Sejak kemunculannya melalui album Angan pada 1994, GIGI langsung menarik perhatian publik. Popularitas mereka semakin meningkat melalui album Dunia pada 1995.
Thomas dikenal dengan aksi panggungnya yang enerjik serta kontribusinya dalam musik dan lirik.
Namun, perjalanan tersebut tidak selalu mulus.
Ia sempat meninggalkan GIGI pada 1996 akibat masalah kecanduan narkotika yang mengharuskannya menjalani rehabilitasi.
Setelah pulih, Thomas kembali bergabung pada 1999 melalui album Baik dan tetap menjadi bagian penting dari band hingga saat ini.
Karier di Luar GIGI dan Aktivitas Musik Lain
Selain bersama GIGI, Thomas juga aktif dalam berbagai proyek musik lain. Ia terlibat dalam proyek Solitaire Addict bersama putranya, serta merilis karya solo yang menunjukkan ketertarikannya pada musik elektronik.
Kehadirannya di berbagai proyek menunjukkan bahwa Thomas bukan hanya seorang bassist, tetapi juga musisi yang terus bereksplorasi dalam berbagai genre.