BANGKAPOS.COM -- Rumah terduga bandar narkoba yang dibakar ratusan warga viral di sosial media.
Aksi warga merusak dan membakar rumah yang diduga milik bandar narkoba itu terjadi di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Insiden merusak dan membakar rumah yang dilakukan warga ini bukan tanpa alasan.
Warga menuntut polisi menindak peredaran narkoba di wilayahnya.
Namun, belum ada tindakan dari aparat kepolisian.
Baca juga: Dua Kali Rumah Digeledah, Bareskrim Buru Bos Timah Asui: Kalau di Luar Negeri Kerja Sama Interpol
Terbaru, Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, mencopot Kapolsek Panipahan AKP Robiansyah dan Kanit Reskrim Polsek Panipahan Aipda Rahmat Ilyas, Minggu (12/4/2026).
Pencopotan tersebut dilakukan menyusul aksi unjuk rasa warga yang berujung anarkis.
Herry menyatakan, langkah itu merupakan bentuk evaluasi dan tanggung jawab institusi atas dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia menilai jajaran Polsek Panipahan belum mampu menjaga kondusivitas wilayah secara optimal, sehingga situasi berkembang menjadi tidak terkendali.
"Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas," kata Herry dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan, setiap pimpinan wilayah harus peka dan mampu membaca situasi di tengah masyarakat.
"Seorang pimpinan harus hadir, peka, dan mampu membaca situasi. Ketika itu tidak berjalan dengan baik, maka harus ada langkah korektif," jelasnya.
Herry memastikan, Polda Riau bergerak cepat sejak awal kejadian.
Baca juga: Dijual Tiga Kali Lipat, Bos Pupuk Subsidi 10 Ton Asal Sumsel Diburu Polisi, Sopir Sebut Inisial WY
Kapolres bersama Wakil Bupati Rohil langsung turun ke lokasi untuk meredam situasi dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama dan adat.
"Kami bergerak cepat sejak awal. Kapolres bersama Wakil Bupati sudah turun langsung ke lapangan, mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk berdialog dan meredam situasi.
Ini bagian dari pendekatan yang kami lakukan agar kondisi segera kondusif," kata Herry.
Ia menambahkan, Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi bersama Irwasda dan Kabid Propam Polda Riau, serta Bupati Rohil kembali turun ke Panipahan untuk memastikan kondisi tetap terkendali.
Pengawasan di lapangan juga diperkuat, termasuk komunikasi dengan masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa situasi tetap terkendali. Tidak ada eskalasi lanjutan, serta seluruh permasalahan ditangani secara komprehensif, baik dari sisi keamanan, penegakan hukum, maupun pendekatan sosial," ujarnya.
Herry menyebut kondisi di lokasi mulai berangsur pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal, meski langkah preventif tetap diperkuat.
"Kami mengimbau, kepada seluruh masyarakat Panipahan agar tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan," tambahnya.
Herry menyatakan, langkah itu merupakan bentuk evaluasi dan tanggung jawab institusi atas dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia menilai jajaran Polsek Panipahan belum mampu menjaga kondusivitas wilayah secara optimal, sehingga situasi berkembang menjadi tidak terkendali.
"Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas," kata Herry dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan, setiap pimpinan wilayah harus peka dan mampu membaca situasi di tengah masyarakat.
"Seorang pimpinan harus hadir, peka, dan mampu membaca situasi. Ketika itu tidak berjalan dengan baik, maka harus ada langkah korektif," jelasnya.
Herry memastikan, Polda Riau bergerak cepat sejak awal kejadian.
Kapolres bersama Wakil Bupati Rohil langsung turun ke lokasi untuk meredam situasi dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama, dan adat.
"Kami bergerak cepat sejak awal. Kapolres bersama Wakil Bupati sudah turun langsung ke lapangan, mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk berdialog dan meredam situasi. Ini bagian dari pendekatan yang kami lakukan agar kondisi segera kondusif," kata Herry.
Ia menambahkan, Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi bersama Irwasda dan Kabid Propam Polda Riau, serta Bupati Rohil kembali turun ke Panipahan untuk memastikan kondisi tetap terkendali.
Baca juga: Suami Tak Terlihat Beberapa Bulan, Istri Bos Timah Suyatno Alias Asui Diperiksa Bareskrim Polri
Pengawasan di lapangan juga diperkuat, termasuk komunikasi dengan masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa situasi tetap terkendali. Tidak ada eskalasi lanjutan, serta seluruh permasalahan ditangani secara komprehensif, baik dari sisi keamanan, penegakan hukum, maupun pendekatan sosial," ujarnya.
Herry menyebut kondisi di lokasi mulai berangsur pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal, meski langkah preventif tetap diperkuat.
"Kami mengimbau, kepada seluruh masyarakat Panipahan agar tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan," tambahnya.
Sebelumnya, ratusan warga merusak dan membakar rumah yang diduga milik bandar narkoba di Panipahan, Jumat (10/4/2026) petang.
Aksi tersebut viral di media sosial. Warga mendatangi rumah permanen yang disebut sebagai tempat aktivitas peredaran narkoba.
Dalam video yang beredar, massa melempari rumah, mendobrak gerbang, hingga merusak sejumlah sepeda motor yang kemudian dibuang ke parit dan dibakar.
Baca juga: Sosok Aslan Yusuf, Kadet Pelayaran Hilang di Laut Norwegia, Diduga Terjatuh dari Kapal Tanker Minyak
Petugas kepolisian di lokasi terlihat kewalahan menenangkan massa yang terus bertambah hingga sekitar 500 orang.
Dalam orasinya, warga mendesak polisi menutup lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba dan menangkap seorang berinisial MA yang disebut sebagai pengedar sabu.
Warga juga mengancam akan kembali melakukan aksi jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.
Adapun saat digerebek massa, rumah terduga bandar narkoba itu dalam keadaan kosong.
Hingga kini polisi masih menyelidiki keterlibatan pemilik rumah dalam bisnis narkoba.
(TribunPekanbaru.com/Tribunnews.com/Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)