TRIBUNJOGJA.COM - Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menjadi panggung bagi organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini untuk menyuarakan perdamaian dunia.
Menggulirkan perayaan di Yogyakarta, Minggu (12/4/26), Muslimat NU menegaskan komitmennya dengan mengirimkan surat resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mendesak penghentian perang di berbagai belahan dunia.
Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa langkah bersurat ke PBB ini merupakan implementasi dari tema besar Harlah ke-80, yakni 'Meneduhkan Peradaban'.
"Diskusi kita tentang meneduhkan peradaban ini sebetulnya sudah berjalan dua tahun. Bagaimana peradaban di tingkat rumah tangga hingga global harus sejuk dan damai," ujar Khofifah, di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Khofifah menjelaskan, surat yang akan disampaikan melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tersebut berlandaskan pada tiga pilar utama.
Yakni Maqashid Syariah (perlindungan nyawa), amanat Pembukaan UUD 1945 tentang ketertiban dunia, serta Beijing Platform for Action terkait perempuan dalam konflik bersenjata, yang lantas dirumuskan ke dalam sembilan poin.
"Kami berharap Sekjen PBB menggunakan kekuatannya dan sinergi global untuk menghentikan perang. Ada sembilan item yang kami breakdown, di antaranya perlindungan HAM, hak perempuan dan anak, serta jaminan terhadap layanan publik strategis seperti kesehatan dan pendidikan di wilayah konflik," lanjut Gubernur Jawa Timur tersebut.
Sementara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, sekaligus Ketua PP Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi menyebut, dalam kesempatan yang sama, Muslimat NU turut menginisiasi inagurasi paralegal.
Adapun tim Paralegal ini menjadi salah satu bentuk komitmen Muslimat NU untuk menghadapi masalah yang dialami perempuan dan anak di tanah air.
"Sehingga, bisa mediasi di sana, bisa dicari solusi atas permasalahan yang terjadi. Mekanismenya kita akan mendampingi masyarakat di tingkat grassroot bersama Posbakum di tingkat desa, bersama-sama memberikan bantuan," pungkasnya. (aka)