IRGC Beralih ke Mode Perang Penuh di Tengah Perundingan, 2 Kapal Perang AS Dibidik Bom Hantam Iran
valencia frida varendy April 12, 2026 07:42 PM

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras pada AS.

Seusai gencatan senjata tak membuahkan kesepakatan, IRGC menegaskan kembali kendali penuhnya atas Selat Hormuz.

IRGC juga menegaskan bahwa pihaknya akan menyasar dan mengebom kapal perang AS yang beroperasi di Selat Hormuz.

Langkah ini dilakukan seusai Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi dua kapal perusak termasuk USS Michael Murphy melintas di Selat Hormuz untuk membersihkan ranjau laut.

Selain itu, pada Sabtu (11/4/2026), kapal perusak USS Frank E Peterson juga melintasi Hormuz dan kini beroperasi di Teluk Arab.

CENTCOM menyebut, misi ini untuk memastikan jalur pelayaran bebas dari ranjau laut yang diduga dipasang oleh IRGC.

Namun, pihak Iran membantah klaim terbaru AS. Juru bicara Markas Besar Pusat militer Iran, Khatam al-Anbiya, menegaskan tidak ada kapal AS yang melintasi selat tersebut.

“Klaim komandan Centcom mengenai pendekatan dan masuknya kapal-kapal Amerika ke Selat Hormuz dibantah keras,” kata juru bicara tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berada di bawah kendali Angkatan Bersenjata Iran.

Situasi ini, menggoyahkan gencatan senjata yang rapuh, terutama karena bertepatan dengan perundingan perdamaian yang sedang berlangsung di Islamabad.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.