SELAMAT JALAN HERO! Duka Iringi Pengabenan Agus, Memang Dikenal Sosok yang Suka Menolong dan Baik!
Anak Agung Seri Kusniarti April 12, 2026 08:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Selamat jalan sang hero, semoga diterima disisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan bisa tabah. Doa banyak orang mengiringi upacara ngaben mendiang I Wayan Agus Suarsa Dharma. 

Pria 28 tahun, yang meninggal dunia saat hendak menolong seorang pemuda yang nyaris tenggelam di Pantai Purnama, Sukawati, Gianyar, Bali. 

Suasana duka terlihat jelas mengiringi pengabenan di Krematorium Puspa di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Klungkung, Minggu (12/4/2026). 

Pemuda asal Banjar Telabah Desa Sukawati itu, meninggal dunia setelah tenggelam saat menolong warga lainnya yang terseret arus di Pantai Purnama saat Banyupinaruh, Minggu (5/4/2026) lalu.

Baca juga: KONDISI Kadek Raditya Masih Syok! Sedih & Tak Menyangka Aksi Heroik Agus Membuatnya Meninggal Dunia!

Baca juga: BREAKING NEWS! Jenazah Agus Ditemukan Terdampar di Pantai Saba, Sekitar 2 Km dari Pantai Purnama!

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengungkapkan bahwa jenazah Agus yang terdampar di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, tersebut ditemukan warga Banjar Telabah, Desa Sukawati, bersama keluarga Agus sendiri. 
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengungkapkan bahwa jenazah Agus yang terdampar di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, tersebut ditemukan warga Banjar Telabah, Desa Sukawati, bersama keluarga Agus sendiri.  (Tribun Bali/ISTIMEWA)

Sejak Minggu (12/4/2026) pagi, keluarga, kerabat dan teman-teman dari Wayan Agus Suarsa telah berada di Krematorium Puspa.

Papan ucapan duka untuk pemuda kelahiran 1998 tersebut, tampak sudah berjejeran. Orangtua dari Wayan Agus Suarsa yang diketahui tinggal di Sulawesi, juga tampak sangat berduka dengan musibah yang menimpa putranya.

Meninggalnya Wayan Agus Suarsa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya. Seperti yang diungkapkan Kelihan Dinas Banjar Telabah, Desa Sukawati, I Made Imam Budaya Putra. 

Mewakili pihak keluarga, ia mengaku sangat kehilangan sosok Wayan Agus Suarsa. Di mata keluarga dan warga di  lingkungan banjar Telabah,  Wayan Agus Suarsa dikenal sebagai sosok yang supel bergaul dan semang bersosialisasi dengan warga.

Wayan Agus Suarsana sebenarnya lama tinggal di Sulawesi, dan tinggal di Banjar Telabah bersama pamannya sejak 10 tahun lalu. Sehari-hari ia bekerja di usaha katering.

"Ia secara umum orangnya sangat friendly dan senang bersosialisasi dengan warga," ungkapnya saat ditemui di sela-sela pengabenan Wayan Agus Suarsa.

Ia menceritakan, saat kejadian Wayan Agus Suarsa sebenarnya sudah selesai mandi di pantai. Kebetulan saat itu Banyupinaruh, sehingga cukup banyak warga lainnya di pantai.

Namun saat itu dilihatnya ada remaja lain yang terseret ombak di pantai. Lalu Wayan Agus Suarsa tanpa berpikir panjang, berusaha menyelamatkan pemuda tersebut. Namun justru Wayan Agus Suarsa yang tenggelam san terseret ombak.

Banyak warga yang menilai, Wayan Agus Suarsa pahlawan, karena berani mengorbankan nyawanya untuk orang lain.

"Padahal lokasi kejadian dikenal sangat rawan, tapi ia tetap berusaha membantu mempertaruhkan nyawa. Mungkin karena bagian didikan orangtuanya, suka menolong," kenangnya.

Dari pihak keluarga yang ditolong, juga telah bertemu dengan keluarga Wayan Agus Suarsa. Bahkan ikut hadir dalam upacara pengabenan tersebut. 

"Mungkin sudah jalannya ia seperti demikian, pihak keluarga pun menerima kejadian ini. Keluarga sudah mengiklaskannya," ungkap I Made Imam Budaya Putra. (mit)

MASIH SYOK - Kadek Raditya saat ditemui di rumahnya di Banjar Kebalian, Desa Sukawati, Gianyar, Selasa 7 April 2026.
MASIH SYOK - Kadek Raditya saat ditemui di rumahnya di Banjar Kebalian, Desa Sukawati, Gianyar, Selasa 7 April 2026. (Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta)

Kadek Raditya Masih Syok

Kadek Raditya, pemuda asal Banjar Kebalian, Desa Sukawati sosok yang diselamatkan Agus Suarsa Dharma di Pantai Purnama, Sukawati rupanya tidak diam saat Agus dinyatakan hilang tergulung ombak.

Di mana setelah mendapat pemeriksaan rumah sakit, meskipun kondisinya masih belum pulih total. Namun ia bersama keluarganya ikut dalam proses pencarian Agus. 

Ditemui di rumahnya, Selasa (7/4), kondisi psikologis Kadek Raditya masih terguncang. Sorot matanya sayu, masih syok atas meninggalnya Agus sang penolongnya. 

Kepada Tribun Bali ia bercerita, saat berhasil keluar dari ganasnya ombak Pantai Purnama, ia langsung dibawa ke RSU Kasih Ibu. Dirawat dari pukul 08.00 sampai 13.00 Wita. Namun di Hari Minggu tersebut ia belum bisa kemana-mana. Namun saat itu keluarganya bersama teman-temannya telah pergi ke Pantai Purnama, ikut membantu pencarian Agus.

Sementara Kadek, meskipun dalam kondisi masih syok, akhirnya pada Senin, sekitar pukul 18.00 Wita, ia bersama orangtuanya datang ke Pantai Purnama, melakukan persembahyangan meminta pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Agus segera ditemukan. Tak hanya di sana, Kadek bersama keluarganya juga bersembahyang di Pura Er Jeruk dengan tujuan sama.

Sekitar satu jam setelah bersembahyang, ia mendapatkan informasi bahwa Agus telah ditemukan di Pantai Saba. Mendapat informasi tersebut, Kadek Raditya langsung mendatangi lokasi. "Saat saya lihat Agus terdampar, saya sangat syok. Tidak bisa ngomong apa. Saya menangis," ujarnya. 

Saat jenazah Agus dievakuasi ke RSUD Sanjiwani, Raditya juga ikut ke sana, serta menggelar upacara 'memunjung' di rumah sakit. 

I Made Mudiana, orangtua Kadek Raditya mengatakan, setelah Agus ditemukan, dirinya pun telah datang ke Banjar Telabah untuk menemui keluarga Agus. "Saya sampun ke Banjar Telabah. Bertemu dengan pamannya, karena orangtuanya belum datang. Rencananya dikremasi, tapi waktunya belum ditentukan, kami sudah minta kalau sudah ditetapkan waktunya, agar kami juga diberi tahu," ujarnya.

Mudiana mengatakan, keluarganya memiliki utang yang sangat besar pada mendiang Agus. Karena itu, iapun akan terlibat dalam proses kremasi Agus, yang sebelumnya tidak dikenalnya. "Nanti kami pasti akan ikut proses kremasi. Saya pasti siap untuk ikut ke sana. Kami sekeluarga ikut menghaturkan kuangen agar pejalan sang Atma bagus," ujarnya. (weg)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.