NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Upaya mengungkap misteri hilangnya emas hampir 2 kilogram dalam kasus pembobolan Toko Mas Safari milik Anggota DPRD Natuna Ahmad Sapuari, masih dilakukan polisi.
Salah satu langkah yang diambil, yakni menggelar rekonstruksi kasus di atas kapal KM Sabuk Nusantara 36, Sabtu (11/4/2026) pagi.
Rekonstruksi ini menjadi bagian penting bagi penyidik, untuk menelusuri jejak terakhir pelaku sekaligus mengungkap keberadaan sisa emas hasil curian yang hingga kini belum ditemukan.
Kasat Reskrim Polres Natuna, Iptu Richie Putra, mengatakan rekonstruksi difokuskan di atas kapal karena menjadi titik terakhir pelarian tersangka.
“Ya, kemarin Sabtu kita rekonstruksi, khusus di kapal Sabuk Nusantara saja. Kapal ini kan jejak terakhir tersangka utama DS saat ingin melarikan diri dari Sedanau ke luar Natuna,” ujarnya kepada Tribunbatam.id, Minggu (12/4/2026).
Dalam rekonstruksi tersebut, polisi menghadirkan tersangka utama DS, serta tersangka lain JM yang berperan sebagai penadah.
Keduanya, tampak memakai baju tahanan berwarna orange, didampingi sejumlah penyidik.
Namun proses rekonstruksi tidak berjalan mulus. Polisi menemukan adanya perbedaan keterangan yang disampaikan pelaku.
“DS selama ini kerap memberikan keterangan yang berubah-ubah. Di rekon kemarin apa yang diperagakan, ada yang tidak sesuai dengan pemeriksaan sebelumnya, bahkan bertolak belakang dengan rekaman CCTV,” ungkap Iptu Richie.
Hal serupa juga terjadi pada tersangka JM. Dalam keterangannya, JM sempat memberikan pengakuan yang berbeda terkait keberadaan emas.
“Ada perbedaan keterangan antara DS dan JM. Awalnya kan disebut dibuang ke laut, kemudian ada juga pengakuan kalau barang bukti itu tertinggal di atas kapal,” ujarnya.
Namun setelah dilakukan pengecekan, emas tersebut tidak ditemukan di lokasi yang disebutkan.
Menurut Richie, rekonstruksi ini bertujuan mencocokkan keterangan pelaku dengan alat bukti yang telah dikantongi penyidik, termasuk rekaman CCTV.
“Tujuan rekonstruksi ini karena selama ini alibi tersangka berubah-ubah. Jadi kita coba sesuaikan dengan alat bukti yang ada,” katanya.
Ia menegaskan, dari hasil rekonstruksi sementara, keterangan pelaku masih ditemukan banyak kejanggalan.
“Keterangan tersangka masih berbelit-belit dan tidak konsisten,” tambahnya.
Selain di kapal, polisi juga berencana menggelar rekonstruksi lanjutan di lokasi kejadian di Toko Mas Safari, Ranai, dalam waktu dekat.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat berkas perkara, sekaligus memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat tergambar secara utuh.
“Nanti kita juga akan lakukan rekonstruksi di lokasi toko,” ujar Richie.
Hingga saat ini, teka-teki keberadaan emas yang dicuri masih menjadi fokus utama penyidikan.
Dari total hampir 2 kilogram emas yang hilang, sebagian besar belum berhasil ditemukan.
Polisi pun memastikan akan terus melakukan pendalaman hingga seluruh barang bukti terungkap.
“Kita akan terus dalami sampai jelas keberadaan emas,” tutur Richie.
Kasus ini sendiri masih menjadi perhatian publik, mengingat nilai kerugian hampir Rp4 miliar, serta fakta bahwa pelaku merupakan orang dekat korban. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)