Pramono Anung: Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di Asia Tenggara Berdasarkan Survei, Bukan Kita Minta
Mursal Ismail April 13, 2026 12:38 AM

SERAMBINEWS.COM - Peringkat Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara merupakan hasil survei independen yang mencerminkan kerja bersama masyarakat dalam menjaga keamanan dan keharmonisan. 

Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang toleran dan kondusif.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa penilaian Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara berasal dari hasil survei, bukan permintaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Untuk menjadi kota teraman bukan DKI Jakarta yang meminta. Tetapi hasil survei dengan kriteria mereka yang membuatkan. Dan itu sudah setiap tahun ada,” ujar Pramono kepada awak media saat ditemui di Kompleks Pemerintahan Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

Pramono menilai pencapaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan keharmonisan di Ibu Kota.

“Ya kita, itu sebagai hanya referensi aja bahwa kerja yang kita lakukan diapresiasi oleh dunia,” kata dia.

Baca juga: Beli Rumah di Jakarta Dapat Diskon BPHTB 50 Persen, Ini Syaratnya

Ia menambahkan, posisi tersebut tidak mungkin diraih tanpa adanya kebersamaan, kerukunan, serta silaturahmi persatuan yang terus dijaga oleh masyarakat Jakarta.

Menurut dia, selama ini Jakarta umumnya berada di peringkat lima hingga tujuh dalam survei serupa.

Oleh karena itu, kenaikan ke posisi kedua menjadi pencapaian yang patut disyukuri.

“Memang selama ini Jakarta selalu biasanya ranking-nya antara 5, 6, 7, sekarang nomor dua, ya kita syukuri,” tutur Pramono.

Selain itu, posisi tersebut menempatkan Jakarta di atas sejumlah kota besar di Asia Tenggara, di antaranya Bangkok di Thailand, Manila di Filipina, Kuala Lumpur di Malaysia, hingga Hanoi di Vietnam, dengan peringkat pertama ditempati Singapura.

Baca juga: Kebijakan Baru Pramono Anung, Gedung Lebih dari 4 Lantai di Jakarta Wajib Terintegrasi CCTV Pemprov

Rano menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kedewasaan warga dalam menjaga keamanan dan keharmonisan, bukan semata tanggung jawab aparat.

“Capaian ini tidak lahir dari kebetulan, ini adalah hasil dari kedewasaan kami sebagai warga kota, hasil dari kesadaran kita bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat,” jelasnya.

Ia juga menyinggung kuatnya toleransi antarwarga serta karakter Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya.

Sepanjang tahun, Jakarta dinilai menampilkan wajah keberagaman melalui berbagai perayaan lintas agama dan budaya.

"Sepanjang tahun ini, Jakarta telah menunjukkan wajahnya sebagai kota yang hidup dalam keberagaman melalui berbagai perayaan lintas agama dan budaya," ujar Rano.

Perayaan yang dimaksud meliputi Christmas Carol kolosal, Imlek kolosal, Festival Ogoh-ogoh, hingga Jakarta Bedug kolosal.

Baca juga: Efek Mudik Lebaran, Jalanan Jakarta Lengang, Cengkareng–Bundaran HI Ditempuh 28 Menit

Menurut Rano, rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan bahwa Jakarta berdiri di atas fondasi toleransi dan kebersamaan. (*)

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/04/12/18280621/jakarta-kota-teraman-kedua-asia-tenggara-pramono-bukan-pemprov-dki-minta

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.