Data Tak Bisa Bohong: Mental Arsenal Goyah di Titik Kritis, Manchester City Justru Menggila
Dwi Setiawan April 13, 2026 04:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah data mengejutkan mempersoalkan tren performa berkebalikan antara Arsenal dan Manchester City ketika berada di momen kritis perburuan gelar juara Liga Inggris.

Jika Arsenal hobi terpeleset di momen kunci perburuan gelar juara, berbeda dengan Manchester City yang justru menggila.

Hal itu seakan menunjukkan bahwa mental juara Manchester City terlihat lebih baik ketimbang Arsenal.

Perlu diketahui terlebih dahulu, pertarungan memperebutkan gelar juara Liga Inggris musim ini kembali hidup.

Terutama setelah hasil berkebalikan dirasakan Arsenal dan Manchester City saat menjalani laga pekan ke-32.

Arsenal yang bermain terlebih dahulu secara tak terduga justru kalah di tangan Bournemouth.

Apesnya, kekalahan yang diderita Arsenal terjadi di Stadion Emirates, yang merupakan markas kebesarannya sendiri.

Baca juga: Skenario Terburuk Arsenal Gagal Juara Liga Inggris, Manchester City Dalang Utamanya

Arsenal kalah dengan skor 1-2 melawan Bournemouth, dikala mereka punya momentum menjauhi kejaran The Citizens.

Dikala Arsenal menelan kekalahan pahit melawan Bournemouth yang kini tak terkalahkan dalam 12 laga beruntun.

Hasil positif justru didapatkan Manchester City saat bertanding ke markas Chelsea di Stamford Bridge.

Seakan tidak peduli dengan status tim tamu, Manchester City menang mudah atas Chelsea dengan skor 0-3.

Kemenangan atas Chelsea secara tidak langsung membuat momentum berada di pihak Manchester City.

Raihan tiga poin lawan Chelsea membuat Manchester City hanya berjarak 6 poin dari Arsenal selaku pemuncak klasemen.

Dengan koleksi 64 poin, Manchester City punya kesempatan terbuka menyalip Arsenal (70 poin) di akhir musim ini.

Fakta bahwa Manchester City masih punya satu tabungan laga sisa melawan Crystal Palace, dan pada berikutnya akan menjamu Arsenal di Stadion Etihad pada pekan ke-33.

Dua momen tersebut jelas akan terasa krusial bagi Manchester City untuk mengkudeta posisi Arsenal di puncak.

Situasi dejavu yang pernah diciptakan Manchester City saat menikung Arsenal di jalur perburuan gelar pada musim 2022/2023 dan 2023/2024 jelas akan dijadikan perbandingan terkait apa yang akan terjadi musim ini.

Arsenal Hobi Terpeleset, Manchester City Justru Menggila di Titik Kritis

Jika menilik sebuah data terkait performa kedua tim ini, terutama di momen krusial penentuan gelar juara.

Arsenal tercatat lebih hobi terpeleset ketimbang Manchester City.

Dibandingkan bulan lainnya, rasio kemenangan Arsenal ketika sudah memasuki bulan April hanya 42 persen saja, sebagaimana dilansir Sky Sports.

Dari total 44 laga Arsenal era pelatih Mikel Arteta, tim Meriam London hanya menang sebanyak 14 kali saja.

Sisanya, Arsenal cuma bisa bermain imbang 9x dan menelan kekalahan lebih banyak yakni 11x.

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
Arsenal
32
21
7
4
62
24
38
70
2
35
Man. City
31
19
7
5
63
28
35
64
3
35
Manchester United
31
15
10
6
56
43
13
55
4
35
Aston Villa
32
16
7
9
43
38
5
55
5
35
Liverpool
32
15
7
10
52
42
10
52
6
35
Chelsea
32
13
9
10
53
41
12
48
7
35
Brentford
32
13
8
11
48
44
4
47
8
35
Everton
32
13
8
11
39
37
2
47
9
35
Brighton
32
12
10
10
43
37
6
46
10
35
Sunderland
32
12
10
10
33
36
-3
46
11
35
Bournemouth
32
10
15
7
48
49
-1
45
12
35
Fulham
32
13
5
14
43
46
-3
44
13
35
Crystal Palace
31
11
9
11
35
36
-1
42
14
35
Newcastle
32
12
6
14
45
47
-2
42
15
35
Leeds United
31
7
12
12
37
48
-11
33
16
35
Nottm Forest
32
8
9
15
32
44
-12
33
17
35
West Ham
32
8
8
16
40
57
-17
32
18
35
Tottenham
32
7
9
16
40
51
-11
30
19
35
Burnley
32
4
8
20
33
63
-30
20
20
35
Wolves
32
3
8
21
24
58
-34
17
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Lihat selengkapnya →

Catatan tersebut terasa lebih buruk ketimbang performa Arsenal ketika masih berada di awal hingga pertengahan musim ini, yang rasio kemenangannya lebih dari 56 persen.

Artinya, hobi Arsenal yang terpeleset di akhir musim, menjadi tanda bahwa mental mereka saat menghadapi tekanan tidak sekuat Manchester City.

Manchester City justru tampil menggila setiap kali bersaing memperebutkan gelar juara di momen kritis.

Dilansir Opta, saat bermain dalam 10 laga terakhir di Liga Inggris, Manchester City hanya kalah sekali dalam 43 laga terakhir mereka.

Sisanya, Manchester City mampu memenangkan laga di momen kritis sebanyak 32 kali, 10 laga lainnya berakhir imbang.

Statistik tersebut menjadi tanda kuatnya mental Manchester City di momen kritis setiap akhir kompetisi.

Layak dinanti seberapa besar pengaruh statistik tersebut terhadap nasib kedua tim di akhir kompetisi Liga Inggris musim ini?

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.